Pembagian Masker di depan kantor DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim TIMES
Pembagian Masker di depan kantor DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim TIMES

Sebagai bangsa yang tidak lupa sejarah, keluarga besar PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi memperingati Hari Lahir Pancasila. Peringatan kali ini dengan menggelar rangkaian kegiatan bakti sosial dan kegiatan mengisi bulan Bung Karno dalam bulan Juni tahun ini.

Menurut Irianto, salah seorang pengurus DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, untuk memperingati hari lahir Pancasila di kantor DPC PDI Perjuangan Banyuwangi menggelar khataman Alquran, santunan anak yatim, pembagian masker bagi masyarakat yang melintas di depan kantor PDI Perjuangan Banyuwangi dan beberapa kegiatan sosial yang lain.

Baca Juga : HUT Kota Surabaya ke 727, SAH Pilih Ziarah dan Tak Lupakan Jasa Pahlawan

"Bulan Juni merupakan bulan yang spesial bagi keluarga besar PDI Perjuangan dalam mengenang lahirnya Pancasila dan sosok Bung Karno sebagai proklamator kemerdekaan negara Indonesia," jelas politisi asal Muncar itu.

Selanjutnya dia berharap dengan mengenang lahirnya Pancasila mampu menumbuhkan kesadaran bahwa pemersatu yang utama bagi bangsa Indonesia adalah adalah Pancasila yang telah terbukti mampu menjadi perekat bagi bangsa yang Berbhineka Tunggal Ika dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Dalam masa keprihatinan dunia karena pandemi wabah Covid 19, PDI Perjuangan Banyuwangi siap bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyebaran virus yang mengakibatkan ketidaknormalan kehidupan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir," imbuhnya.

Irianto menambahkan pihaknya berharap semua warga tetap tenang, mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dan selalu berdoa agar wabah Covid 19 segera berakhir agar kehidupan kembali berjalan dengan normal.

Baca Juga : New Normal, Posko Check Point di Kabupaten Malang Dihentikan

Selanjutnya dalam menyongsong era kehidupan normal baru, menurut dia masing-masing wilayah memiliki persepsi dan penerjemahan yang tidak sama.

"Semoga sajalah new normal bisa dicapai karena saat ini semua pihak berupaya agar new normal benar-benar menjadi kehidupan yang kembali normal namun tetap hati-hati dan waspada serta mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan," harap Irianto.