Banyuwangi menunda gelaran beberapa even olahraga internasional dalam batas waktu yang tidak ditetapkan. Langkah itu  sebagai salah satu dampak pandemi wabah covid-19 yang sampai saat ini belum bisa dipastikan kapan tuntas.

Menurut Zen Kostolani, kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi, agenda olahraga yang mungkin melibatkan masyarakat banyak antara lain international BMX, international Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), dan Ijen Green Run.

Baca Juga : Hendro Siswanto Tekuni Muaythai, Pindah Cabor?

"Jadi, intinya yang selama ini yang berhubungan dengan masyarakat luas, yang melibatkan banyak orang, sementara di-cancel. Dan bersama dengan  petunjuk  Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Banyuwangi, nanti anggarannya akan dialihkan  untuk penanganan covid 19," jelasnya.

Zen mengatakan, pembinaan olahraga yang dibahas dan dibicarakan sekarang yaitu olahraga yang mungkin dilakukan secara mandiri melalui media sosial.

Saat ini Dispora Banyuwangi sedang membuat program pembinaan olahraga yang memanfaatkan teknologi informasi. Misalnya olahraga yang memakai aplikasi Zoom untuk olahraga individu di rumah.

Selanjutnya dia menambahkan program kegiatan car free day (CFD) untuk sementara tidak dilaksanakan sambil menunggu perkembangan lebih lanjut penanganan covid-19 di wilayah Banyuwangi.

Dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyebaran wabah covid-19 di Banyuwangi, untuk sementara GOR Tawangalun  dimanfaatkan sebagai tempat transit bagi pendatang dari Kabupaten/kota lain yang melalui  Kecamatan Wongsorejo maupun pendatang yang masuk lewat Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

"Sementara untuk isolasi, kami menyiapkan ruang atlet yang ada di stadion atletik,"imbuh mantan sekretaris DPMD Banyuwangi itu.

Untuk tempat transit di GOR Tawangalun, menurut Zen, pihaknya  menyiapkan 20 tempat tidur. Tetapi dalam kenyataan, pendatang yang transit tidak pernah lebih dari sepuluh  orang. Maka jumlah bed-nya dikurangi.

Baca Juga : Respon Menpora Saat Taufik Hidayat Sebut Kemenpora Banyak 'Tikus'

" Daripada kotor karena SOP-nya setiap bed yang habis digunakan orang, sprei dan sarung bantalnya diambil petugas untuk dicuci dan diganti yang baru," katanya.

Demikian pula untuk lomba  surfing internasional oleh panitia besar  sejak awal sudah ditunda. Kemungkinan event itu  bisa diadakan tahun depan.

Zen menambahkan, informasi penundaan even yang akan digelar  minimal tiga bulan sebelumnya harus sudah dikomunikasikan dengan berbagai pihak yang terlibat. Sebab, apabila panitia terlambat memberikan informasi penundaan, risikonya akan menghadapi klaim dari calon peserta  yang terlanjur boking tiket pesawat,  sewa hotel, dan lain sebagainya.