Untung Hermawan melepaskan sepasang merpati usai mendaftarkan sebagai bakal calon Kepala Desa Gintangan

Untung Hermawan melepaskan sepasang merpati usai mendaftarkan sebagai bakal calon Kepala Desa Gintangan



 Satu lagi bakal calon kepala desa yang melakukan aksi unik saat pendaftaran sebagai calon. Dia adalah salah satu kandidat Kepala Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Untung Hermawan, (48). 

Pria ini melepaskan sepasang burung merpati begitu selesai mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Gintangan, Kamis (4/7).

Untung Hermawan datang ke sekretariat pendaftaran dengan ditemani istrinya, Heni Widayati. Mereka berangkat dari rumahnya yang berada di Dusun Krajan, RT 5 RW 2, Desa Gintangan dengan berjalan kaki. Karena kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh. Dia juga didampingi sejumlah keluarga, sahabat dan para pendukungnya.

Begitu kelengkapan administrasi pendaftaran telah diserahkan, pria yang juga Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU), PCNU Banyuwangi ini langsung menuju ke halaman Balai Desa Gintangan. Di sana dia melepaskan sepasang burung merpati berwarna putih.

Pelepasan burung merpati putih itu, menurut Untung Hermawan Burung mengandung harapan agar pelaksanaan Pilkades khususnya di Desa Gintangan bisa berjalan dengan damai dan lancar. “Burung merpati putih merupakan simbol dari perdamaian, ini adalah harapan dan doa kami agar ajang pemilihan kepala desa ini bisa berjalan dengan damai,” jelasnya.

Filosofi lainnya, burung merpati adalah burung yang tidak memiliki empedu. Sehingga merpati tidak menyimpan kepahitan-kepahitan dalam hidupnya. Maknanya bahwa seseorang yang tidak memendam kepahitan dalam hidupnya, tidak menyimpan dendam terhadap siapa pun.

Selain itu, menurutnya, burung merpati merupakan burung yang dikenal setia. Sehingga, jika ditakdirkan menjadi kepala desa, dia juga ingin menjadi pemimpin yang setia, melayani, dan mengayomi seluruh masyarakat agar terwujud kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, toleran, dan saling menghormati.

“Mohon doa restu dan dukungannya agar kami bisa membawa perubahan Desa Gintangan menjadi lebih baik lagi. Salah satunya melalui program pelayanan cepat berbasis online,” katanya.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load