Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat grand final Agribusiness Startup competition

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat grand final Agribusiness Startup competition



Ajang Banyuwangi Agribusiness Startup Competition (ASC) 2019 telah berakhir akhir pekan lalu. 

Ajang ini menghadirkan para mentor-mentor mumpuni untuk memberikan langsung ilmunya kepada ratusan anak muda peserta kompetisi.

Para mentor mumpuni itu antara lain CEO dan Co-Founder TaniHub (startup pertanian) Ivan Arie Sustiawan, Kepala Balai Inkubator Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Anugerah Widiyanto, dan CEO Sirtanio (eksporter beras organik Banyuwangi) Ahmad Tesario.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku kaget peserta kompetisi startup pertanian ini terus meningkat. 

Tiga tahun lalu, menurutnya baru 300-an peserta, sekarang tembus 650 orang secara total. 

“Artinya, tumbuh awareness di kalangan anak muda bahwa bisnis pertanian punya prospek,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (1/7/2019).

Menurut Anas, antusiasme anak muda ini merupakan kabar gembira. 

Pasalnya, selama ini 61 persen postur petani didominasi petani yang berumur 45-54 tahun. 

Sehingga ajang ini menjadi jembatan lahirnya petani-petani muda.

Pihaknya sengaja mengundang mentor-mentor mumpuni untuk memberikan ilmunya kepada peserta kompetisi, khususnya para finalis. 

Anak-anak muda bisa mendengar pengalaman dari mereka yang sudah berhasil di bisnis pertanian. 

“Ya semacam cuci otaklah, bahwa anak muda tak semuanya harus bercita-cita jadi banker, PNS, atau Youtuber,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian, Arief Setiawan menambahkan, BPPT dihadirkan untuk memperkuat perspektif teknologi pertanian dalam mengakselerasi produktivitas. 

“Inovasi teknologi juga penting untuk melahirkan inovasi olahan produk pertanian,” terangnya.

Pada kesempatan itu, CEO TaniHub Ivan Arie Sustiawan mengatakan, startup harus memperhatikan seluruh proses bisnis agar melahirkan hasil optimal dibanding bisnis konvensional. 

Salah satu caranya dengan kolaborasi. Seperti dilakukan TaniHub yang menggandeng petani untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas.

“Semangat kami kolaborasi, bukan  cuma keuntungan. Ini mindset yang harus dibangun sejak awal oleh startup, yaitu kolaborasi untuk maju bareng,” ujarnya.

Total terdapat 267 proposal bisnis pertanian yang dijaring dari peserta dalam ajang ini. 

Temanya beragam, mulai olahan pangan, internet of things pertanian, crowdfunding agribisnis, hidroponik, hingga pengolahan limbah pertanian. Kompetisi ini memperebutkan hadiah modal Rp 150 juta.


End of content

No more pages to load