Stand SMAN 1 Kota Banyuwangi, salah satu peserta PIRN 2019 dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat meninjau salah satu stan

Stand SMAN 1 Kota Banyuwangi, salah satu peserta PIRN 2019 dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat meninjau salah satu stan


Pewarta

Hakim Said

Editor

A Yahya


Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) XVIII yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2019 kali ini digelar di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Tampak hadir para kepala daerah di perhelatan ilmiah ini.

Mereka berharap PIRN bisa menjadi inspirasi generasi muda agar memiliki budaya iptek guna membangun daerahnya.

Sebanyak 1000 pelajar serta guru dari 32 provinsi se-Indonesia mengikuti PIRB yang dibuka secara resmi Senin 24 hingga Sabtu 29 Juni 2019.

Perhelatan ilmiah yang mengambil tema "Generasi Sains Milenial Penggerak Kemandirian Ekonomi Daerah" ini dibuka Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Sekretaris Utama LIPI Nur Tri Aries Suestiningtyas. Ribuan pelajar ini langsung dibimbing oleh para peneliti LIPI dengan berbagai kompetensi keilmuan.

Sebelumnya, saat pembukaan PIRN 2019, Bupati Abdullah Azwar Anas berharap, PIRN bisa menjadi inspirasi baru bagi pelajar untuk semakin menggemari ilmu pengetahuan, termasuk di dalamnya kegiatan riset/penelitian.

"Minat dan kemampuan remaja di bidang riset dan iptek diharapkan bisa terpacu melalui ajang ini. Mereka dibiasakan untuk berpikir kritis dan mencoba menemukan solusi dari masalah yang ada di sekitarnya," paparnya.

Tak kurang Sekretaris Utama LIPI Nur Tri Aries Suestiningtyas juga menyampaikan optimismenya terkait penyelenggaraan PIRN di Banyuwangi bakal menjadi inspirasi bagi seluruh peserta yang hadir. Bahkan atas keseriusan, kekompakan, dan kesigapan jajaran Pemkab Banyuwangi dalam menyiapkan acara ini dia berikan apresiasi mendalam.

"Penyelenggaraan di Banyuwangi ini adalah yang paling inovatif dan terbesar dalam sejarah pekaksanaan PIRN. Disini dilaksanakan dengan baik dan sigap sekali. Ini harus bisa ditiru oleh semua calon penyelenggara tahun tahun mendatang," ujarnya bangga.

Ditambahkan Nur Tri, pemilihan Kabupaten Banyuwangi sebagai pelaksana tahun ini tak lepas dari prestasi  kota di ujung timur Pulau Jawa yang menelurkan banyak inovasi dan kreasi.

Pantuan Banyuangitimes.com di stan SMAN 1 Banyuwangi, sebagai salah satu peserta PIRN 2019, tampak memamerkan kerajinan kriya, daur ulang dari bahan bahan yang ada di sekitar sekolah. Karya itu sempat meraih prestasi di ajang perlombaan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) se Kabupaten Banyuwangi dengan meraih juara 1. Kerajinan di SMAN Banyuwangi ini meliputi kriya seni rupa seperti patung kebo keboan, patung seblang, patung rajawali.

Erni Hendrawati, salah satu guru yang selama kegiatan berlangsung mengawal stan SMAN 1 Kota Banyuwangi mengaku sangat banggga. "Jelas bangga, karena dengan menjadi peserta PIRN ini kami bisa memperkenalkan dan menunjukkan hasil karya anak bangsa ke seluruh indonesia. Sekaligus menjadi kebanggaan kami menjadi anak Indonesia, terutama sebagai warga Banyuwangi tercinta," ucap guru seni tari ini, Selasa (25/6/19).


End of content

No more pages to load