Sosok Polantas Cantik jadi Pasukan Perdamaian PBB, Warganet : Kak Tembak Saya Pliss...

Screenshot Briptu Ima (@hikmanursyaa)
Screenshot Briptu Ima (@hikmanursyaa)

BANYUWANGITIMES, MALANG – Sosok cantik ini jauh dari paras penegak hukum yang kerap berseliweran diberbagai tayangan film. 

Tampang tegas, dingin dan keras, tiba-tiba ambruk dengan sosok polisi lalu lintas (polantas) Bantul bernama Hikma Nur Syafa yang memiliki pangkat Briptu ini.

Namanya sedang meroket di dunia nyata dan maya saat ini. 

Bukan hanya karena kecantikannya yang memesona, tapi juga prestasinya sebagai anggota polisi. 

Merangkak dari polantas, Briptu Ima yang parasnya membuat sejuk warganet, kini bertugas menjadi salah satu pasukan perdamaian PBB di Afrika Tengah. 

Ia tergabung dalam Satgas FPU 1 MINUSCA Polri.

Sebuah satuan yang dituntut mahir mengoperasikan senjata sekaligus fasih berbahasa asing.

Kecantikan dan senyumnya yang menyejukkan serta skillnya yang tentu mumpuni, sehingga membuatnya terpilih menjadi pasukan perdamaian PBB telah membuat begitu banyak warganet meleleh dibuatnya.

"Kak tembak saya kak plisss tembak dong," rujuk @tanpaspasi98 di akun Briptu Ima @hikmanursyaa yang memiliki pengikut 93,2 ribu ini.

Berbagai pujian atas kecantikan Briptu Ima mengalir deras di akunnya. 

Bagi warganet, sang polisi cantik asal Yogyakarta berusia 25 tahun ini telah menjadi sosok idaman dengan popularitas tak kalah dengan para selebritis.

Bukan hanya itu, Briptu Ima pun handal dalam membangun relasi dengan penduduk di Afrika Tengah. 

Jiwa sosial dan kemampuannya berbaur menjadi salah satu pesona Briptu Ima yang juga gemar memosting aktivitasnya di akun Instagramnya dengan kata-kata bijak dan buat meleleh warganet.

"Biar dunia meremukkanmu. Lenganku bisa menjadi tempat pulang," tulis @hikmanursyaa.

"Bisa enggak mundur sedikit cantiknya kelewatan. Bisa enggak senyumnya enggak lebar-lebar, bikin diabetes," tulis @bagus.mz.

Briptu Ima yang sejak tahun 2013 bertugas sebagai polantas di Bantul, disebut sebagai sosok yang cerdas. 

Dirinya terbukti mampu lolos dan terpilih dari 500 kandidat awal menjadi pasukan dengan misi United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic.  

Tentunya bukan hal gampang bagi Briptu Ima menjadi bagian dari pasukan perdamaian PBB.

Apalagi misi itu merupakan yang pertama kalinya bagi dirinya.

“Ini misi pertama saya bertugas di misi Internasional. Dan telah jadi cita-cita saya dari dulu sebagai polisi Indonesia ingin ikut menjadi bagian dari pasukan perdamaian dunia dan bertugas di luar negeri,” ujar Ima.

Perjuangan berat pun dilalui Ima. Perjuangan yang menambah pesonanya di mata warganet.

Dimana untuk menjadi bagian sebagai polisi UN, dirinya harus melalui berbagai rangkaian seleksi ketat. 

Dari  tes kesehatan, tes kejiwaan, tes keterampilan menggunakan komputer, tes mengemudi, tes menembak, tes kemampuan jasmani, dan tes bahasa.

Tidak berhenti di situ, Ima juga wajib mengikuti masa pra OPS atau pre-deployment training sebelum diberangkatkan. 

"Kami dipersiapkan selama 1,5 tahun. Cukup lama waktunya karena kami kontingen pertama yang dikirimkan," ungkapnya.

Selesai tahap tersebut, sebelum bertugas ke Afrika Tengah, Ima juga harus mengikuti serangkaian tes dari United Nations. 

Yakni, tes kemampuan bahasa Inggris dan Prancis hingga tes menembak.

Maka, tak salah kalau warganet pun jatuh cinta dan rela ditembak oleh Briptu Ima. 

"Kak tembak saya kak plisss tembak dong,".

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top