Peringati HUT RI, Petani Gelar Lomba Balap Handtractor

salah seorang peserta lomba handtractor  mengoperasikan handtractornya
salah seorang peserta lomba handtractor mengoperasikan handtractornya

BANYUWANGITIMES – Untuk memperingati HUT RI ke-74, petani Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo menggelar lomba handtractor. 

Lomba ini berlangsung meriah dan mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. 

Selain memeriahkan HUT RI, lomba ini juga bertujuan untuk memperkenalkan teknologi pertanian kepada warga khususnya handtractor yang digunakan untuk membajak lahan.

Untuk arena balapan, panitia menyulap area sawah untuk sirkuitnya. Dengan panjang lintasan kurang lebih 50 meter, tiap peserta harus melaluinya pulang pergi. 

Siapa yang tercepat mencapai finish akan menjadi pemenangnya. Juaranya berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 2,5 juta.

Menurut Ketua panitia Grandprix Handtractor, Ayis Budi Irawan, meski baru digelar untuk pertama kalinya, lomba ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat.

Terbukti acara ini diikuti 68 peserta. Panitia juga tidak memungut biaya untuk lomba ini. 

“Banyak yang meminta lomba ini terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Untuk mesin handtractor yang digunakan menurut Ayis Budi Irawan tidak disetting secara khusus. 

Mesinnya masih asli dari keluaran pabrik. Sehingga keahlian dalam mengoperasikan handtractor menjadi  faktor penting dalam memenangkan lomba ini. Siapa yang handal itu yang menjadi pemenang.

Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Banyuwangi, Ilham Juanda, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke-74.

Perlombaan ini juga sebagai salah satu untuk memperkenalkan teknologi pertanian kepada masyarakat. 

“Dengan adanya lomba ini diharapkan sosialisasi kita masuk tapi dilakukan dengan cara yang mereka senang dan bisa disaksikan orang banyak,” ujarnya.

Dengan cara seperti ini, lanjutnya, para petani diedukasi untuk melakukan peningkatan produksi  melalui pengolahan tanah yang baik. 

Ini juga membantu dalam pergantian teknologi pertanian. 

“Kalau mereka kita undang untuk penyuluhan pertanian kemungkinan mereka yang datang sedikit tapi dengan dikemas seperti ini mereka juga berpartisipasi dengan baik,” pungkasnya.

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top