Ketegangan di Desa Ringintelu dan Sukorejo, Humas PSHT Minta Semua Pihak Menahan Diri

Kabid Media dan Humas PSHT Cabang Banyuwangi, Ali Nurfatoni, berbincang dengan Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi SIK di Padepokan PSHT Cluring
Kabid Media dan Humas PSHT Cabang Banyuwangi, Ali Nurfatoni, berbincang dengan Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi SIK di Padepokan PSHT Cluring

BANYUWANGITIMES – Kepala Bidang Media dan Humas Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Banyuwangi, Ali Nurfatoni, meminta semua pihak untuk menahan diri. Permintaan ini disampaikan menyikapi ketegangan yang terjadi di Desa Ringintelu dan Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, selama tiga malam terakhir.

"PSHT Cabang Banyuwangi sekali lagi menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri," serunya dalam bentuk press rilis terbuka di media sosial, Jumat (9/8/2019), malam.

Ajakan menahan diri itu tercantum pada materi penutup rilis yang berisi 19 poin. Selain ajakan menahan diri, Toni, juga menceritakan kronologis soal penyerangan yang dialami anggota PSHT di depan Balai Desa Sukorejo.

"Usai latihan, para siswa PSHT kembali ke rumah masing-masing. Rombongan dari Siliragung dan Pesanggaran ketika melintas di depan balai Desa Sukorejo dihadang dan diserang oleh sekelompok massa dengan menggunakan pentungan, batu dan senjata tajam sekira pukul 18.30 WIB, Minggu (4/8/2019)," jelas Fatoni yang juga menjabat sebagai Kades Sumberarum, Kecamatan Songgon, ini. 

Sekretaris Jenderal Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (Askab) itu pun menyatakan mendukung penuh langkah aparat untuk mengusut kasus pengeroyokan tersebut. Dirinya bahkan optimis polisi berkomitmen untuk menindaknya secara hukum.

"Kepolisian menyatakan serius untuk mengungkap kasus ini, salah satunya kasus tersebut ditangani polres. Ada komitmen bersama PSHT dan polisi untuk saling menjaga agar situasi aman dan terkendali," tandas bapak dua anak.

Berikut isi rilis terbuka PSHT yang diposting di media sosial :

1.Pada Hari Minggu tanggal 4 Agustus 2019, para siswa PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) Banyuwangi dengan jumlah 600 melakukan latihan bersama di Lapangan Sragi, Kecamatan Songgon.

2. Latihan bersama itu merupakan rangkaian yang wajib dilakukan sebelum di wisuda pada bulan suro yg akan berlangsung di padepokan psht cabang bwi di trembelang cluring.

3. Latihan berlangsung selama sehari dan selesai pada pukul 16.00 WIB.

4. Usai latihan, para siswa psht kembali ke rumah masing masing.

5. Rombongan dari siliragung dan pesanggaran ketika melintas di depan balai desa sukorejo dihadang dan diserang oleh sekelompok masa dengan menggunakan pentungan, batu dan senjata tajam sekira pukul 18.30 WIB.

6. Atas insiden itu, beberapa siswa mengalami lula luka. Bahkan ada yang terkena sabetan sajam dan dibawa ke rumah sakit.

7. Korban melapor ke polsek setempat yaitu bangorejo.

8. Hanya seorang penyidik yang melakukan pemeriksaan sampai dinihari. Kapolsek dan kanit reskrim tidak ada di tempat.

9. Dalam pemeriksaan sudah menyebut beberapa nama dugaan sebagai pelaku.

10. Pada selasa malam tanggal 6 agustus, para anggota psht mendatangi mapolsek bangorejo untuk menanyakan perkembangan kasus penyerangan namun belum ada satupun pelaku yang ditangkap. Di lain pihak, ada masa yang berbuat anarki di beberapa rumah warga yg diduga sebagai pelaku.

11. Para petinggi PSHT cabang bwi hendak menemui kapolres bwi di mapolres bwi pada hari Kamis, namun akhirnya pertemuan di padepokan psht di trembelang cluring.

12. PSHT mendesak kapolres agar pelaku pengeroyokan segera ditangkap.

13. Kapolres menyatakan serius untuk mengungkap kasus tersebut salah satunya kasus tersebut ditangani polres.

14. Ada komitmen bersama PSHT dan Kapolres untuk saling menjaga agar situasi aman dan terkendali.

15. Usai pertemuan, pimpinan psht menyerukan semua anggota untuk menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib dan tetap mengawal segala proses.

16. Kapolres menyatakan pada Kamis malam telah menangkap seorang pelaku.

17. Di luar dugaan, pada kamis malam itu juga ada insiden penyerangan di rumah warga desa sukorejo, kecamatan Bangorejo.

18. Para petinggi psht malam itu melakukan pemantauan di jalur poros sebab ada aksi solidaritas dari luar daerah seperti jember dan situbondo.

19. PSHT Cabang Banyuwangi sekali lagi menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri.

Banyuwangi, 9 Agustus 2019 Kepala Bidang Media dan Humas PSHT Cabang Banyuwangi Ali Nurfatoni.

Pewarta : Hakim Said
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top