Suguhkan Panorama Lereng Ijen, Banyuwangi Ijen Green Run Diikuti Ratusan Peserta

Peserta Banyuwangi Ijen Green Run sedang melintasi rute sungai
Peserta Banyuwangi Ijen Green Run sedang melintasi rute sungai

BANYUWANGITIMES – Ajang lari Banyuwangi Ijen Green Run mengundang memasuki tahun keempat. Sebanyak 560 pelari ikut dalam event ini, Minggu (21/7/19). 

Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia hingga mancanegara. Sambil berlomba peserta bisa menikmati panorama alam di sekitar Lereng Gunung Ijen itu.

Event kali ini mempertandingkan tiga kelas, yakni marathon 42 km, half marathon 22 km, dan terakhir 9 km. 

Para pelari ini disuguhi trek yang menantang. Mulai tanjakan hingga turunan yang curam, jalanan yang licin dan sungai.

Penghobi trail run asal Amerika Serikat, Ryan Feinstein, menyatakan dia ke Indonesia untuk berlibur di Bali dan Banyuwangi. 

Menurutnya, rute Ijen Green Run sangat menantang dan menguras tenaga. 

"Waktu melewati sungai itu yang sulit. Banyak yang jatuh. Kita melewati perbukitan, naik turun rutenya, beruntung hawanya sejuk. Saya benar-benar menikmati rute ini," ungkap Ryan.

Lari lintas alam ini mengambil start di Taman Gandrung Terakota. 

Peserta langsung dihadapkan pada tanjakan yang kemiringannya mencapai 40 derajat. 

Tanjakan memang menjadi salah satu ciri khas trek yang disuguhkan dalam kompetisi lari ini. 

"Tanjakannya luar biasa.  Bahkan ada tanjakan yang kita naiknya harus pakai tali. Namun, pemilihan rutenya kian tahun kian menarik," ujar pemenang kategori 22K, Sutikno.

Para pelari juga disuguhi pemandangan indah kebun kopi, hutan pinus, hingga hamparan lahan bawang putih yang sangat menarik. 

Selain menikmati panorama yang elok, keramahan penduduk sepanjang lintasan menjadi daya tarik tersendiri. 

"Masyarakatnya ramah. Mereka memberi semangat. Juga ngasih minuman, makanan, saat melintas di depannya," terang Erna Luciawati peserta asal Surabaya yang datang bersama 25 orang sahabatnya.

Banyuwangi Ijen Green Run selalu menyajikan sesuatu yang baru tiap penyelenggaraannya.

Start dan finish sengaja dipilih di Taman Gandrung Terakota, Kecamatan Licin. 

Salah satu destinasi wisata di kaki gunung yang terkenal dengan api birunya itu. 

"Selain untuk promosi, juga untuk memberikan pengalaman yang baru dari tahun ke tahun bagi peserta," ungkap Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Selalu adanya hal baru pada ajang ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. 

Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang membludak. 

Tidak hanya dari Banyuwangi, namun dari sejumlah kota besar seperti Surabaya, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, hingga Makassar. 

Bahkan, ada beberapa pelari luar negeri mulai dari Kenya, Perancis, dan Belanda. 

"Ajang sport tourism seperti Ijen Green Run ini, memang memiliki pangsa pasar tersendiri. Namun, harus tetap ada inovasi agar penyelenggaraannya selalu dinantikan dan diminati," imbuh Anas.

Sementara itu, pemenang utama kelas 42K kategori Men Open masih dipegang oleh Samson Karega Kamau. Dengan catatan waktu 03:40:43, pelari asal Kenya itu berhasil mengulang kesuksesannya menjadi jawara Ijen Green Run 2017. 

"Rutenya lebih bagus, dan yang pasti tanjakannya tetap menantang. Udaranya sangat bersahabat, sangat membantu. Menurut saya, tahun ini lebih sempurna penataan jalurnya," kata Samson.

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top