Pernah Diusulkan Menristek Dikti, Jalur Mandiri Masuk PTN Sebaiknya Dihapus

Foto: Doc. MalangTIMES
Foto: Doc. MalangTIMES

BANYUWANGITIMES, MALANG – Dihapuskannya jalur mandiri dalam seleksi penerimaan mahasiswa untuk memasuki perguruan tinggi negeri (PTN) bisa jadi salah satu solusi untuk menghindari praktik-praktik percaloan.

Jadi, jalurnya hanya ada dua, yakni SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) atau jalur undangan dan SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Dengan begini, seleksi penerimaan mahasiswa terpusat di nasional.

Ketua Tim Advokasi Hukum Universitas Brawijaya (UB) Dr Prija Djatmika SH MSi menyatakan, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M. Nasir juga sempat menyarankan agar nilai UTBK (ujian tulis berbasis komputer) yang digunakan untuk SBMPTN juga dipakai untuk jalur mandiri. Sayangnya, Forum Rektor tidak menyetujui.

"Sebenarnya menteri kemarin menyarankan agar jalur SBMPTN dipakai untuk jalur mandiri juga. Tapi Forum Rektor masih minta agar perguruan tinggi diberi kewenangan untuk menyelenggarakan jalur mandiri," ungkap Prija saat ditemui di gedung rektorat UB.

Menurut Prija. lebih baik  jalurnya dua saja. Yakni jalur SNMPTN dan jalur SBMPTN. Jadi, semua terpusat di nasional.

"Ujian UTBK sama jalur undangan yang mahasiswa SMA ranking 1 sampai 3 itu. Jadi, 50 persen jalur undangan, 50 persen jalur SBMPTN. Sudah selesai. Tidak ada praktik-praktik kayak begini (perjokian)," tandasnya.

Seperti diketahui, satu orang terduga oknum calo yang sedang menawarkan seleksi masuk mandiri UB melalui jalur belakang atau orang dalam tertangkap oleh sekuriti UB, Senin lalu (15/7/2019). Oknum itu tertangkap di gerbang  UB di Jalan Panjaitan sekitar pukul 11.30 setelah calon mahasiswa baru melakukan tes mandiri sesi 1. 

Oknum itu menyebarkan 500 amplop berisi selebaran yang berisi kalimat penawaran seleksi masuk mandiri melalui jalur belakang atau orang dalam lengkap dengan nomor ponsel yang bisa dihubungi.

Prija mengatakan, terdapat 8 orang yang mengedarkan amplop di 4 pintu masuk UB. Namun, hanya satu yang tertangkap. Sementara tujuh  lainnya berhasil kabur.

Oknum tersebut kemudian diserahkan kepada pihak Polres Malang Kota. Tetapi, oknum  itu kemudian dilepaskan pihak kepolisian dengan alasan  belum memenuhi unsur pidana.

BACA JUGA: Bisa Jadi Orang Dalam Terlibat, UB Berharap Polisi Bongkar Kasus Calo Masuk UB

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top