Pegawai PT. KAI Otaki Pencurian Besi Bantalan Rel Kereta Api

Dua tersangka pencurian besi bantalan rel KA
Dua tersangka pencurian besi bantalan rel KA

BANYUWANGITIMES – Seorang oknum pegawai PT. KAI, MH (47), menjadi otak pencurian besi bantalan rel kereta api. Aksinya dipergoki warga sekitar kejadian. Warga Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu ini kini harus berurusan dengan aparat kepolisian. 

Dia diamankan bersama WB (47), warga Kabupaten Lumajang. Dia merupakan sopir truk yang mengangkut besi bantalan rel kereta api hasil curian.
Aksi pencurian bantalan kereta api berbahan besi baja ini terjadi pada pukul 01.00 WIB, Minggu (16/6/19) dinihari. Saat itu, MH bersama WB memerintahkan 6 orang kuli untuk menaikkan besi bantalan rel kereta api yang diletakkan di pinggir rel yang berlokasi di antara stasiun Temuguruh dengan Stasiun Setail. 
Aksi ini dipergoki warga sekitar. MH dan WB kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian dari Sektor Sempu. Dari hasil penyidikan MH dan WB ditetapkan sebagai tersangka. Sementara 6 pekerja lainnya dijadikan sebagai saksi dalam kasus ini.

“Yang 6 orang sebagai saksi, karena dia mendapat perintah dari oknum karyawan PT. KAI sebagai pelaku tersebut,” kata Waka Polsek Sempu Ipda Uu Priatna, Rabu (19/6/19).
Dari hasil pemeriksaan, lanjut Uu Priatna, tersangka mengaku hanya akan memindahkan besi bantalan rel KA tersebut. Namun setelah dikroscek, ternyata pemindahan itu dilakukan tanpa sepengetahuan pihak perusahaan. Kepada penyidik MH mengaku akan membawa besi bantalan itu ke wilayah Lumajang. 
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya pidana penjara hingga 7 tahun lamanya. Barang bukti yang diamankan berupa satu unit truk dengan nopol P 9806 YA dan dan 5 besi bantalan rel kereta api.

 “Saat kejadian baru 5 besi bantalan rel kereta api yang sudah dinaikkan ke atas truk,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Humas PT. KAI Daops 9 Jember, Luqman Arief membenarkan MH merupakan karyawan PT. KAI. Dia merupakan pegawai pada bagian rel dan jembatan. Menurutnya, perusahaan menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian untuk memproses kasus tersebut sampai selesai dan memproses para pelaku sesuai aturan yang ada.
Dia menyebut, di lokasi pencurian terdapat 287 besi bantalan yang akan digunakan untuk perbaikan bantalan rel di sekitar wilayah itu. 

Satu besi bantalan nilainya kurang lebih Rp 500 ribu. PT. KAI mengaku tidak akan memberikan bantuan hukum pada MH. “Tidak ada, malah kita mendorong kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai selesai,” pungkasnya.

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top