Tidak Terima, Keluarga Penulis Jokowi People Power Buat Surat Terbuka untuk Amien Rais, Warganet : Hajar Bleh...

Amien Rais mendapat surat terbuka terkait keberatan keluarga penulis buku Jokowi People Power (Ist)
Amien Rais mendapat surat terbuka terkait keberatan keluarga penulis buku Jokowi People Power (Ist)

BANYUWANGITIMES, MALANG – Tidak ada matinya. Begitulah mungkin gambaran sosok Amien Rais saat ini. 

Sejak menggelorakan seruan people power dikarenakan yakin adanya kecurangan terstruktur, sistematik dan massif dalam pilihan presiden (pilpres) sosok tokoh reformasi ini selalu menghiasi televisi dan tulisan berbagai media online.

Bahkan, saat dirinya diperiksa kepolisian sebagai saksi kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana, ia menjadi perhatian publik karena membawa sebuah buku berjudul Jokowi People Power. 

Buku tersebut dipamerkan kepada awak media sesaat sebelum dirinya meninggalkan ruang penyidikan untuk melaksanakan salat Jumat pada (24/05/2019).

"Saya membawa buku people power," ucap Amien kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Kelakuan Amien inilah yang membuat pihak keluarga penulis buku Jokowi People Power keberatan. 

Pasalnya, keberadaan buku yang dibawa itu ditenggarai untuk kepentingan narasi politiknya di pemilu 2019.

Tatty Apriliyana, istri Bimo Nugroho (alm) penulis buku Jokowi People Power, tidak terima atas hal itu. 

Dirinya akhirnya menuliskan surat terbuka untuk Amien Rais di media sosial Facebook, Sabtu (25/05/2019) kemarin.

Respons warganet pun terbilang antusias dengan surat terbuka Tatty untuk mantan Ketua MPR ini. 

Tercatat, warganet menyukai unggahan itu sebanyak 543, 267 dibagikan ulang dan ada 83 komentar sejak Sabtu kemarin.

"Hajar Bleh...si t"* b*****ini  ya ampun bener sampai g bisa ngomong. Kok g ditangkep2 heranku. Kayaknya kebal hukum org ini," tulis Bernarda Triwara Rurit.

Warganet lainnya pun ramai mengomentari kelakuan Amien Rais. 

Rata-rata warganet semakin antipati terhadap salah satu tokoh reformasi di era 1998 ini.

Nursintauli Magdalena berkomentar, "Kudu di waneni si mbah kuwi MBK Tatty Aprilyana. Aku yo ora terima," ujarnya. 

Tulisannya sama dengan ErLand Prawito yang mengatakan, "Bagus mbk Tatty. Maju terus, ternyata buku tulisan almarhum toh yang dipake Mbah Amien Rais dan juga dipake buat  referensi Fadli Zon waktu debat dengan Ali Muchtar Ngabalin di CNN Indonesia," tulisnya.

Putu Eka Andayani pun berkomentar, "sedihnya karena orang sekarang males baca buku ya mbk. Jadi hanya melihat cover menghubung-hubungkan dengan peristiwa lalu menyimpulkan sendiri," ujarnya.

Beberapa warganet lainnya pun ikut mendukung apa yang dilakukan Tatty atas perbuatan Amien itu. 

Ella Caroline menuliskan, bahwa apa yang dilakukan Amien dengan seruan people powernya itu seolah-olah melegitimasi dirinya dengan adanya buku Jokowi People Power.

"...dia seolah-olah mau menunjukkan bahwa dulu juga pak Jokowi menggunakan People Power. Sedangkan dalam hal ini jelas berbeda maknanya dalam people power yang beliau dengungkan," tulis Ella.

Seperti apakah surat terbuka Tatty sebagai istri penulis buku Jokowi People Power itu.

MalangTIMES menyuguhkannya lengkap sesuai dengan postingan yang diunggahnya. 

"SURAT TERBUKA UNTUK AMIEN RAIS."
"Sungguh bukan tauladan dan bukan laku etik yang patut, ketika karya Pakbim Bimo Nugroho yang sudah tak bisa melakukan bantahan, digunakan Amien Rais untuk kepentingan narasi politiknya."

"Lihat bedanya, sebagaimana yang diringkaskan oleh sahabat Pakbim Mas Eddy Suprapto."

"Buku almarhum berupa catatan perjuangan rakyat 2014 mendukung kepemimpinan sipil melalui kontestasi demokrasi lewat pemilu yang fair. People Power Amien Rais adalah ajakan untuk makar."

Demikian tulis Tatty Apriliyana dalam caption unggahannya.

Dilanjut dengan tulisan berikutnya :

SURAT TERBUKA UNTUK AMIEN RAIS

Kemarin, 24 Mei 2019, dari beberapa grup wa yang kami ikuti, kami mendapat kabar tentang ulah Amien Rais yang membawa dan memamerkan sebuah buku berjudul "JOKOWI PEOPLE POWER" saat ia diperiksa di Polda Metro Jaya sebagai saksi dalam kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana.

Dipamerkannya buku tersebut oleh Amien Rais di hadapan awak media tentu saja mengagetkan kami, anak dan istri Bimo Nugroho - penulis buku tersebut.

Buku "JOKOWI PEOPLE POWER" adalah sebuah catatan yang dibuat oleh Bimo Nugroho (Alm.) dan M. Yamin Ponca Setia (Alm) tentang pelajaran dalam proses kerja politik sukarela yang dilakukan oleh banyak pihak, organisasi, kelompok dalam pemilihan presiden tahun 2014.

Bukan buku tentang ajakan melakukan "people power" sebagaimana yang dinarasikan oleh Amien Rais.

Kita sama mengetahui hari-hari belakangan Amien Rais dan gerombolannya lantang berteriak tentang seruan "people power" sebagai ekspresi politik mereka dalam mengkritisi (atau mengganggu?) proses politik elektoral yang tengah berlangsung dan merecoki jalannya pemerintahan yang sah.

Perihal posisi politik yang diambil Amien Rais dan gerombolannya sesungguhnya bukanlah urusan kami, keluarga dari almarhum Bimo Nugroho.

Kepentingan yang diusungnya juga bukan tanggung jawab kami.

Tetapi, kami sebagai anak-anak dan istri almarhum Bimo Nugroho sangat berkeberatan dengan digunakannya buku karya orang yang kami kasihi tersebut dalam upaya Amien Rais menggiring opini publik tentang adanya "JOKOWI PEOPLE POWER".

Meskipun secara tersurat itu tidak dikatakannya, gestur politik yang ditunjukkan lewat pamer buku tersebut sepenuhnya membuat orang akan berfikir tentang adanya Jokowi people power.

Patut diduga dengan kuat Amien Rais sedang mencari relevansi "people power" yang diserukannya.

Di sinilah keberatan kami sebagai keluarga almarhum Bimo Nugroho timbul.

Kami menolak upaya tak beretika yang dilakukan Amien Rais dengan menggunakan hasil tulisan orang yang sudah tidak bisa melakukan bantahan untuk kepentingan politik pribadinya.

Politisasi buku "JOKOWI PEOPLE POWER" tidak sepatutnya dilakukan. 

Kami meminta kepada Amien Rais untuk menjelaskan tujuannya dalam politisasi buku "JOKOWI PEOPLE POWER" tersebut.

Tertanda, 

Taty Apriliyana (istri Bimo Nugroho) 
Hayuning Sumbadra, Btari Kinayungan, Sangayu Piwulang Sae (anak-anak Bimo Nugroho).

Sementara itu, menurut kuasa hukum Amien Rais, Ahmad Yani mengatakan, kliennya membawa buku Jokowi People Power bertujuan untuk dijadikan referensi dalam menjelaskan arti people power. 

"Buku Jokowi People Power itu kan ditunjukkan (untuk menjelaskan) apa yang dimaksud dengan people power," ucap Yani.

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top