Polsek Tambelangan Ludes Kena Molotov, Polda Jatim Tak Berani Langsung Tangkap Enam Pelakunya

Polsek Tambelangan yang ludes terkena bom molotov
Polsek Tambelangan yang ludes terkena bom molotov

BANYUWANGITIMES, SURABAYA – Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengunjungi Polsek Tambelangan, Kabupaten Sampang yang ludes dibakar, Rabu (22/5) malam. Kedatangan Luki dengan didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Wisnoe Prasetija Boedi.

Kunjungan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) ini dilakukan Kamis (23/5). Ketiganya berangkat dari Surabaya menggunakan pesawat heli kopter.

Ditemui usai kunjungan ke polsek, Luki menyampaikan jika kondisi sudah cukup kondusif saat ini. Sudah ada pertemuan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. "Hampir 15 orang," ujarnya.

Selain berkoordinasi tersebut Luki juga meninjau lokasi secara langsung. Dia menyebutkan jika polsek habis terbakar bersama dengan dua mobil dinas serta satu motor dinas. "Kemudian yang sepuluh kendaraan pribadi dan satu mobil masyarakat titip," bebernya.

Dia melanjutkan saat ini sudah ada tim Inafis dari Mabes Polri yang sedang melakukan olah TKP. "Di sana memang ditemukan botol atau bom molotov yang dilempar dari luar pagar. Banyak juga hampir kurang lebih 30 botol yang belum dipake ditemukan di luar polsek," tuturnya.

Menurut Luki kejadian memang pada malam hari. Ada sekitar 200 orang yang mengepung polsek. "Tadinya mereka mau ke Bawaslu tapi tidak jadi dan mutar-mutar di sekitar polsek," bebernya.

Aksi masyarakat itu kata Luki dipicu terkait dengan adanya isu bahwa tokoh agama dari Madura yang ditangkap di Jakarta. Dan ditambah dengan adanya isu kejadian penembakan. "Masyarakat meminta untuk dilepas," lanjutnya.

Namun, kemudian yang terjadi adalah kondisi chaos. Masyarakat mulai menyerang polsek. "Alhamdulillah kejadian ini tidak ada korban. Baik korban anggota maupun masyarakat," tutur jenderal dengan bintang dua ini.

Setelah itu sekitar pukul 01.00 WIB masyarakat baru membubarkan diri. Setelah adanya video klarifikasi bahwa tidak ada penangkapan ulama dan tokoh ulama tersebut ternyata saat ini sedang berada di masyarakat. "Jadi itu hoax," tegas Luki.

Ditanya soal pelaku, Luki mengatakan sudah melakukan identifikasi. Nama beserta fotonya sudah ada. "Nanti akan kami panggil di sini. Karena tidak mungkin dilakukan pemeriksaan di sana," tuturnya.

Jumlah pelaku yang sudah teridentifikasi sementara ini imbuh Luki sudah ada enam orang. "Dan kami dalam waktu dekat berkoordinasi dengan tokoh agama untuk menyerahkan pelaku tersebut," imbuh Luki menjelaskan proses penangkapan pelaku kedepannya.

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top