Tim Kejati Jawa Timur Klarifikasi Disbudpar Banyuwangi Terkait Dugaan Penyimpangan Pembuatan Film Dokumentasi

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Banyuwangi Bagus Nur Jakfar Adi Saputro.
Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Banyuwangi Bagus Nur Jakfar Adi Saputro.

BANYUWANGITIMES – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur melakukan klarifikasi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. Klarifikasi ini terkait dugaan penyimpangan dana dalam kegiatan proyek penyusunan film dokumentasi Teluk Hijau dan Jagir Water fall tahun anggaran 2018. Klarifikasi ini dilakukan menyusul adanya laporan pengaduan dari masyarakat.

Tim Kejati Jawa Timur melakukan klarifikasi di Kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Rabu (22/5/19). Klarifikasi dilakukan selama beberapa jam.  Pantauan Banyuwangitimes.com, proses klarifikasi bari selesai sekitar pukul 15.30 WIB.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, Adonis, melalui Kasi Intelijen, Bagus Nur Jakfar Adi Saputro membenarkan adanya proses klarifikasi tersebut. Saat itu tidak hanya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi yang diklarifikasi tetapi juga pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Menurutnya ada lima orang yang diundang untuk dimintai klarifikasi. “Untuk nama-namanya belum bisa kami sampaikan,” katanya, Kamis (23/5/19).

Bagus menjelaskan, dalam laporan pengaduan yang masuk, pelapor menuding proyek kegiatan peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran pariwisata sub kegiatan penyusunan film dokumentasi teluk hijau Kabupaten Banyuwangi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi itu diduga fiktif. Dugaan penyimpangannya, diduga dilakukan dengan cara memalsukan tanda tangan pelapor dan memfoto copy dokumen perusahaan pelapor pada kegiatan proyek-proyek tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi,  M. Yanuar Bramuda enggan berkomentar banyak terkait kasus ini. Dia meminta menunggu hasil klarifikasi. “Kalau ngomong bener ndak kan biar dicek,” katanya

Dia menjelaskan perkara ini, sekarang sedang disidik di Kepolisian. Menurutnya, satu kasus yang sudah ditangani pihak kepolisian tidak akan ditangani pihak lain. Pihaknya kini sedang menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Kepolisian.

Mengenai kegiatan proyek penyusunan film dokumentasi Teluk Hijau dan Jagir Water fall tersebut menurutnya secara prinsip kalau fisik tidak ada tidak mungkin uangnya cair. Karena Pemerintah Daerah kerjanya bukan hanya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ada SKPD lain yang juga memverifikasi pekerjaan itu. “Contoh, misalnya sebelum cair, sebelum muncul SP2D kan mesti dicek pekerjaan itu, ada bukti fisiknya. Kalau gak ada kan gak mungkin uang itu ditransfer pada CV-nya,” jelasnya melalui sambungan telepon.

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top