Reskrim Polsek Banyuwangi Ciduk Penjual dan Pemasok Arak Bali

Istada Rofik alias Opik dan Helvidi saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kota Banyuwangi.
Istada Rofik alias Opik dan Helvidi saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kota Banyuwangi.

BANYUWANGITIMES – Hari pertama Operasi Pekat Semeru yang digeber Polsek Kota Banyuwangi berhasil mengamankan 32 botol besar ukuran 1,5 liter jenis arak Bali dengan total 50 liter. Minuman haram tersebut disita dari rumah seorang pengecer bernama Istada Ropik alias Opik (47), warga Jl DI Panjaitan RT 01 RW 01 Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Rabu (15/5/19) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Selain BB 50 liter arak Bali, juga disita uang hasil penjualan arak sebesar Rp 690.000, 1 buah HP merek Samsung, 1 unit pikap Suzuki Carry warna hitam, dan 1 buah HP merek Lenovo.

Hasil pengembangan polisi, diperoleh keterangan bahwa puluhan liter minuman haram tersebut didapat dari Helvidi (38), seorang bos arak asal Denpasar yang tinggal di Lingkungan Krajan, RT 03 RW 03 Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi.

Kapolsek Banyuwangi AKP Ali Masduki melalui Kanitreskrim Ipda Nurmansyah SH MH yang memimpin jalannya operasi mengatakan, sejak pukul 20.30 WIB, dia bersama 4 anggotanya melakukan Operasi Pekat Semeru 2019 di wilayah hukumnya di Kecamatan Banyuwangi.

"Sebelumnya kami  mendapatkan informasi bahwa  rumah seorang warga bernama Istada Ropik menjadi tempat penjualan minuman keras. Nah, begitu kami gerebek, di dalam rumahnya ada arak Bali sebanyak 32 botol 1,5 liter dan langsung kami amankan di mako," paparnya.

Setelah dilakukan interogasi terhadap Opik, muncul pengakuan nahwa arak Bali tersebut dia dapatkan dari Helvidi yang bertempat tinggal di rusunawa, masuk Kelurahan/Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

"Tepat pukul 23.00 WIB, kamj bersama 4 anggota langsung menuju TKP dan melakukan penangkapan terhadap Helvidi di rusunawa lantai 4 kamar nomor 12. Helvidi ini juga langsung kami amankan di mako," terang Ipda Nurmansyah, yang sebelumnya sempat menduduki posisi kanit piter dan kanit pidek di Polres Banyuwangi.

Setelah menjalani serangkaian penyidikan pada Rabu (16/5/19) malam, status keduanya, baik Istada Ropik alias Opik dan Helvidi, dinaikkan statusnya sebagai tersangka serta langsung mengenakan seragam tahanan berwarna oranye.

"Kedua tersangka melanggar Pasal 142 UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan atau Pasal 204 ayat (I) KUHP," ungkap Ipda Nurmansyah kepada media ini.

 

Pewarta : Hakim Said
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top