Pelaku Mutilasi Kepala Budi Sambil Mewek Berharap Dosa Korban Diampuni

Pelaku pembunuhan dengan mutilasi Aris menangis saat memberikan keterangan
Pelaku pembunuhan dengan mutilasi Aris menangis saat memberikan keterangan

BANYUWANGITIMES, SURABAYA – Untuk yang pertama kalinya dua pelaku pembunuhan sadis di Kediri ditampilkan ke hadapan publik. Mereka adalah Aris Sugianto, 34, warga Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar dan Aziz Prakoso, 23, warga Jalan Merak, Kecamatab Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Keduanya melakukan pembunuhan terhadap korban Budi Hartanto, 28, seorang guru asal Jalan Mojoroto, Kota Kediri. Korban dihabisi dengan cara disembelih dan kemudian dipotong bagian kepalanya hingga terpisah dari tubuh. Peristiwa memilukan ini terjadi awal April tahun 2019 ini.

Pelaku Aris mengaku telah menyesal karena telah menghabisi korban dengan cara yang keji. Dia juga meminta maaf kepada keluarga korban atas tindakan sadisnya tersebut. 

"Saya di sini hanya bisa menyesal dan menangis. Mendoakan supaya korban diampuni dosa-dosanya, serta ditempatkan bersama orang-orang beriman. Amin," ujar pria yang diketahui masih melajang ini.

Sementara itu antara pelaku Aris dan korban ini dijelaskan oleh polisi sudah kenal sejak setahun lalu. Keduanya berkenalan melalui sebuah aplikasi khusus untuk komunitas Gay. 

"Lalu menjalin sebuah hubungan asmara," terang Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombespol Gupuh Setiyono.

Sedangkan untuk pelaku lain Aziz disebut pria normal. Hanya saja kebetulan ada saat kejadian cekcok dan kemudian ikut terseret kasus pembunuhan karena emosi.

Kejadian berawal dari korban yang emosi terhadap pelaku Aris. Karena ketika itu Budi menagih uang Rp 100 ribu sebab sudah melakukan hubungan badan. "Keduanya sudah berhubungan badan sebanyak tiga kali. Terakhir yang keempat sebelum dibunuh," lanjut Gupuh.

Dalam setiap berhubungan badan itu korban selalu diberi uang selesai setelahnya oleh Aris. Namun, untuk yang keempat kalinya Aris kebetulan sedang tidak memiliki uang.

"Aris coba meminjam uang kepada Aziz. Tapi oleh korban dihalang-halangi. Dibilang bukan urusannya dan tidak usah ikut campur," kata Gupuh.

Selain marah korban Budi disebut lebih dahulu menampar pipi Aziz. Sehingga dari sini Aziz emosi dan balas menampar. Aksi adu fisik tersebut rupanya tidak cukup. Korban Budi yang melihat adanya sebuah parang di warung milik Aris kemudian mengambil serta menyabetkannya ke Aziz.

Tapi saat itu Aziz berhasil mengelak. Parang kemudian terjatuh dan dipegang oleh Aziz. Dan lanjut gantian dibacokkan ke tubuh korban. "Saya emosi waktu itu," jelas Aziz.

Korban rupanya kalah sigap. Sehingga dia terkena banyak bacokan di bagian tubuh. "Korban kemudian teriak kesakitan," terang Kanit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela menambahkan.

Saat berteriak kesakitan itu Aris lalu membungkam mulut korban. Dan setelah itu korban dihabisi dengan cara digorok pada bagian leher. "Korban meninggal setelah disembelih. Karena tidak bisa lagi bernafas," lanjut Leo sapaan akrabnya.

Nah, setelah korban tidak lagi berdaya para pelaku kemudian mencari akal untuk menghilangkan jejak. Sehingga diambillah sebuah koper untuk memasukkan jenazah korban.

Tapi karena koper tidak cukup, akhirnya Aris dan Aziz sepakat untuk memenggal kepala korban. Untuk bagian kepala dibuang di Kediri dan bagian tubuh yang utuh dibuang ke  Blitar.

Usai membuang jasad korban kedua pelaku kemudian menghilang. Aziz sempat melarikan diri ke Jakarta sementara untuk pelaku lain Aris hanya di sekitaran Kediri saja.

Namun keduanya dapat tetap tertangkap. Peristiwa penangkapan tepat terjadi delapan hari setelah kasus penemuan tubuh Budi. Setelah dua pelaku diamankan tidak lama kemudian kepala Budi berhasil ditemukan dibuang di sebuah sungai.

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top