Sambut Kebangkitan Persebaya, Bonek Liar Laskar Kironggo Bondowoso Nobar Bersama Viking dan Kaconk Mania

Selfi bareng para supporter sebelum NoBar. (Foto: Moh. Fajri)
Selfi bareng para supporter sebelum NoBar. (Foto: Moh. Fajri)

BANYUWANGITIMES, BONDOWOSO – Pertandingan final leg kedua antara Arema FC vs Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang merupakan pertandingan yang ditunggu- tunggu oleh seluruh masyarakat pecinta sepak bola di Indonesia. Tak terkecuali supporter fanatik Persebaya yang ada di Kabupaten Bondowoso yaitu Bonek Liar Laskar Kironggo (BLLK). 

Dalam ajang tandang Persebaya Surabaya ke Kandang Arema FC ini, BLLK mengadakan Nonton Bareng (Nobar) bersama anak- anak Bonek, Viking dan Kacong Mania (Bonvika) Bondowoso. Nobar yang digelar di Caffee Isoen Jln. Veteran Kelurahan Dabasah Kabupaten Bondowoso berjalan dengan tertib. 

Semangat anak-anak Bonvika tetap tinggi mendukung tim kesayangannya meskipun Persebaya kalah 2-0 atas Arema FC. Terbukti sejak mereka berkumpul pada jam 19.30 WIB sampai selesai lagu kebanggaan dan yel-yel Persebaya tetap dinyanyikan bersama lengkap dengan iringan genderang dan alat musik lainnya hingga pertandingan usai.

Pada pertandingan away kali ini, Bonvika sebenarnya berharap kebangkitan Persebaya di kandang Arema FC dalam meraih  juara. Namun mereka harus menerima dan mengakui kemenangan Arema FC atas tim kesayangan mereka yaitu Persebaya. Seperti yang disampaikan pencetus BLLK Bondowoso yaitu Edi Hoe.  

"Kami berharap Persebaya bangkit dan menjadi juara, namun kami harus berlapang dada ketika tim kami mengalami kekalahan, kami melihat pertandingan sudah fair play meskipun tadi ada pelanggaran yang seharusnya diganjar kartu kuning namun wasit tidak memberikan kartu," ucapnya.

Hal senada  dilontarkan oleh Cak Di Tole selaku koordinator Bonek di Bondowoso. Dia sedikit menyayangkan keputusan wasit yang kurang tegas terhadap pemain Arema FC yang melakukan pelanggaran tapi tak ditindak tegas.

"Tadi itu ada beberapa pelanggaran yang seharusnya dikartu oleh wasit tetapi tidak terlihat olehnya. Coba sepak bola di Indonesia sudah seperti di Eropa atau piala dunia yang menggunakan TV Pemantau (VAR), pasti itu ketahuan. Kami menyayangkan hal itu. Selain itu pertandingan dengan laga home and away ini ribet," katanya.

Selain itu, di acara Nobar ini Bonvika juga membaiat salah seorang Supporter Kacong Mania sebagai salah satu  pembina mereka  yaitu  Imami Khalid Andi Wijaya. Seusai pembaiatan pria yang akrab disapa Mas Andi ini juga memberikan komentar.  Menurutnya pertandingan final ini tidak hanya mengasikkan, namun juga  mengajarkan kita untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam olah raga.

"Saya senang bersama Bonvika Bondowoso karena kekompakan, solidaritas yang tinggi, kreatif dan energik. Saya bersama Bonvika seperti berasa di kampung halaman saya dulu yaitu Madura," ucapnya.

Di akhir sambutannya, Mas Andi  memberikan closing statement bahwasanya dia akan mensupport Bonvika kedepan. Bahkan pria asal Sumenep Madura ini berkomitmen akan mengembangkan potensi lain yang dimiliki oleh personalia Bonvika seperti melukis, bisnis dan lain- lain. 

"Pasalnya Bonvika ini bukan hanya pemuda yang energik, namun mereka di masa yang akan datang adalah calon- calon pemimpin di Bondowoso, jadi harus kita pupuk bakat dan potensi mereka," pungkasnya.

Pewarta : Moh Fajri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top