Pastikan Keamanan Pasokan Listrik Jawa Bali, Digelar Simulasi Pengamanan Kabel Listrik Bawah Laut

foto istimewah
foto istimewah

BANYUWANGITIMES – Kapal penyeberangan Trisila Bakti II mengalami kerusakan mesin di perairan selat Bali. Karena kondisi ini, Nahkoda memutuskan lego jangkar. Di luar dugaan, kapal ini lego jangkar di clear area kabel listrik bawah laut yang berada di selatan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang. 

Petugas kapal inipun digiring agar tidak membahayakan kabel listrik yang memasok 50 persen kebutuhan listrik pulau Bali itu.

Petugas gabungan dari TNI AL, Polairud, KSOP Tanjung Wangi, Basarnas dan Pelindo langsung mengerahkan sejumlah kapal untuk mendorong KMP Trisila Bakti II dari lokasi yang harusnya steril itu. Perlahan-lahan KMP Trisila Bakti didorong dengan kapal Tugboat kapal ini menjauh dari lokasi kabel listrik bawah laut.

Peristiwa itu merupakan bagian dari simulasi situasi tanggap darurat obyek vital kabel bawah laut 150.000 Volt Jawa Bali di selat Bali, Rabu (10/4/19). Simulasi ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik dari Jawa ke Bali aman. 

“Untuk memastikan bahwa kita siap untuk mengamankan pasokan listrik di Jawa Timur dan Bali,” kata General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa bagian Timur dan Bali, Suroso.

Dijelaskannya, simulasi ini penting dilakukan untuk memastikan pasokan listrik ke Bali aman. Karena menurutnya, hampir 50 persen listrik di Bali dipasok dari Jawa dengan kabel bawah laut ini. Simulasi ini juga dilakukan menjelang momen penting dan krusial yakni pemilu 2019. Sebab itulah, simulasi dilakukan sebelum hari H pelaksanaan pemilu.

Dia menyebut pelaksanaan dimulasi ini juga bagian dari sinergi antara PLN dan instansi terkait diantaranya TNI AL, ASDP, Polairud, Pelindo dan instansi lainnya. “Sehingga jika ada indikasi yang berpotensi mengganggu kabel laut bisa diamankan dengan segera. Itu yang disasar dalam latihan tanggap darurat,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal menyatakan, di area kabel yang memasok listrik ke Bali seharusnya menjadi clear area. Tidak boleh ada kapal atau benda yang mengganggu. “Tadi disimulasikan ada kapal yang mengalami kedaruratan di laut yang harusnya tidak boleh lego jangkar di clear area, makanya ini tidak boleh,” terangnya.

Dia menegaskan, simulasi pengamanan kabel listrik bawah laut ini merupakan bagian dari rangkaian pengamanan Pemilu 17 April 2019 mendatang. Lanal Banyuwangi telah menyiagakan personelnya di Markas Lanal Banyuwangi. Lanal Banyuwangi juga aktif berkoordinasi dengan instansi samping. “Di sekitar perairan kita KRI juga stand by,” tegasnya.

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top