Sebelum Gantung Diri, Pasutri Ini Beberapa Kali Gagal Bunuh Diri

Kondisi mengenaskan pasangan suami istri Supriadi dan Trisapta Ning Diyah Yuliasih korban bunuh diri, sesaat sebelum dievakuasi petugas, Kecamatan Tumpang (Foto : Istimewa)
Kondisi mengenaskan pasangan suami istri Supriadi dan Trisapta Ning Diyah Yuliasih korban bunuh diri, sesaat sebelum dievakuasi petugas, Kecamatan Tumpang (Foto : Istimewa)

BANYUWANGITIMES, MALANG – Dalam sehari, masyarakat Kabupaten Malang dibuat gempar dengan kasus meninggalnya tiga orang karena bunuh diri. Selasa (9/4/2019), dikabarkan ada 3 orang yang tewas karena gantung diri. Motifnya terbilang sama, yakni karena terhimpit ekonomi dan terlilit hutang.

Seperti yang sudah diberitakan, Endang Rahayu warga Jalan Dukut, Dusun Segaran, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, ditemukan tewas mengenaskan di dapur rumahnya, Selasa (9/4/2019) pagi. Seorang janda yang berusia 53 tahun itu, diketahui nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, lantaran depresi karena hidup sendirian serta terlilit banyak hutang.

Dihari bersamaan, warga setempat yang tinggal di Dusun Kemulan, Desa Tulus Besar, Kecamatan Tumpang, juga digemparkan dengan kasus serupa. Korbannya adalah pasangan suami istri (pasutri) yang diketahui bernama Supriadi (52) dan istrinya bernama Trisapta Ning Diyah Yuliasih (51).

Keduanya ditemukan tewas mengenaskan Selasa (9/4/2019) siang, di lantai dua rumahnya. Adalah Jemi (tetangga korban) yang kali pertama mengetahui pristiwa tewasnya pasutri tersebut.

Dari kesaksiannya, kedua korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengantung dan leher terjerat seutas tali. Dimana kepala sang istri bersandar di bawah bahu suaminya, sedangkan si suami dalam keadaan lidah menjulur keluar serta mengeluarkan air liur.

Meski motif di balik bunuh diri ini sempat menjadi misteri, namun secara perlahan petugas kepolisian yang juga didampingi perangkat desa setempat mulai membuka tabir kematian kedua korban. “Kasus ini masih kami dalami. Namun berdasarkan proses penyidikan, diduga kuat kedua korban nekat bunuh diri karena masalah hutang piutang,” kata Kapolsek Tumpang AKP Bambang Sodiq.

Dugaan tersebut diperoleh petugas kepolisian saat menggali keterangan dari beberapa tetangga korban. Hal ini dikuatkan dengan keterangan warga yang menuturkan jika selama ini korban sudah melakukan upaya bunuh diri sebanyak tiga kali.

Pertama, sekitar dua minggu lalu. Korban pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan sengaja mengonsumsi obat sakit kepala, dengan dosis yang tinggi. Yakni meminum 10 butir sekaligus. Padahal anjuran dari pabrik pembuat obat, hanya diperkenankan mengkonsumsi satu butir setiap kali meminum obat sakit kepala tersebut.

Meski sudah mencoba untuk membuat dirinya overdosis, kenyataannya upaya untuk mati itu hanya sia-sia. Keduanya diketahui selamat setelah menengak 10 butir pil. Berselang satu pekan kemudian, Supriadi kembali melakukan percobaan bunuh diri. Kali ini pihaknya dengan sengaja memasukkan racun ke dalam tubuhnya. Yakni dengan cara meminum racun tikus.

Lagi-lagi upaya yang dilakukan korban tak membuahkan hasil. Keduanya diketahui masih selamat. Terakhir, Selasa (9/4/2019) pagi menjelang siang, pasutri ini akhirnya ditemukan tewas mengenaskan dengan cara gantung diri. “Dari keterangan medis, kedua korban dipastikan meninggal karena gantung diri. Sebab tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh korban,” sambung Bambang saat dimintai keterangan awak media.

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok dibahu ini menambahkan, selain melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, tali tampar warna biru yang dijadikan sarana bunuh diri, kursi plastik, serta dua pasang sandal japit yang dikenakan korban.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Hal itu tertulis dalam surat pernyataan yang menyatakan jika kematian korban merupakan musibah,” ujar mantan Kanit lantas Polsek Singosari ini.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top