Tangkal Radikalisme Kampus, Ketua PWNU Jatim Usul Rektor Ikut Seleksi Ini

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

BANYUWANGITIMES, MALANG – Angka radikalisme di lingkungan pendidikan, utamanya tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi, disebut terus menunjukkan keganasannya. Padahal, paham radikalisme mestinya terus ditekan agar tak memberi pengaruh terhadap persatuan dan keutuhan NKRI.

"Anak saya pas di SMA dulu saja pernah ada kajian yang menjurus ke arah radikalisme. Dan anak-anak pasti susah untuk menolaknya karena masih kecil. Itulah sebabnya kita semua harus peka dengan kondisi sekitar," ujar Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar dalam sebuah dialog kebangsaan yang berlangsung baru-baru ini.

Pria kelahiran Blitar itu menyampaikan, menumpas radikalisme membutuhkan keberanian dari seorang pemimpin. Sehingga, dia mengusulkan agar seleksi pimpinan rektor di setiap perguruan tinggi disertai dengan wawasan kebangsaan dan semangat menangkal radikalisme.

"Kami di NU mengusulkan agar rektor yang akan dipilih memiliki semangat memberantas radikalisme. Maka yang tidak memiliki iktikad baik menangkal radikalisme harus ditolak menjadi pimpinan dalam kampus," tandas KH Marzuki.

Hal itu, lanjut dia, dikarenakan rektor menjadi pemimpin dalam lingkup perguruan tinggi yang dapat menangkal paham radikalisme. Selama ini, paham yang dilarang itu sering disisipkan dalam berbagai kajian. Oknumnya berlaku secara bebas masuk ke lingkup mahasiswa.

"Radikalisme dan segala doktrinnya di kampus, yang biasanya menyelinap ke kajian di masjid, harus dibasmi. Itu sangat tidak baik," ucapnya.

Lebih jauh, alumnus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini juga menekankan bahwa paham radikalisme sepenuhnya harus dihilangkan. Sebab, NKRI merupakan harga mati dan tidak dapat digantikan dengan apapun.

"Termasuk Pancasila, harus tetap menjadi ideologi bangsa. Kata siapa negara akan makmur ketika semua muslim. Keberagaman ini bukan harus diperdebatkan," pungkas KH Marzuki. 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top