Gara-gara Musrenbang, Ketua DPC Demokrat dan Kades Gumirih Diperiksa Bawaslu

Kades Gumirih Mura
Kades Gumirih Mura'i Ahmad

BANYUWANGITIMES – Musrenbang Desa Gumirih yang dihadiri Ketua DPC Demokrat berlanjut ke meja Bawaslu Banyuwangi. Ketua DPC Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Haryanto dan Kepala Desa Gumirih, Mura’i Ahmad, dilaporkan ke Bawaslu. Keduanya datang ke Bawaslu Banyuwangi untuk melakukan klarifikasi Senin (11/2/19).

Keduanya datang ke Kantor Bawaslu Banyuwangi sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka langsung dimintai klarifikasi di ruangan berbeda. Meski dilaporkan terkait peristiwa yang sama namun keduanya diproses dengan dugaan pelanggaran yang berbeda. Michael Edy Haryanto dilaporkan melakukan kampanye di gedung pemerintahan sedangkan Mura'i Ahmad diduga melakukan kegiatan yang menguntungkan salah satu peserta pemilu.

Ditemui usai pertemuan, Mura'i menyatakan, dirinya sudah menjelaskan kegiatan musrenbang di desanya itu. Dia juga menyerahkan sejumlah bukti penunjang berupa surat undangan dan arsip dua undangan yang belum tersampaikan. Menurutnya, setiap tahun dirinya melaksanakan musrenbang. Karena musrenbang merupakan kebutuhan desa. ''Sudah saya paparkan,'' ujarnya.

Terkait undangan musrenbang, pria ini menyebut, ada 9 anggota DPRD aktif dari dapil 2 yang diundang. Namun mereka tidak ada yang hadir. Selain mengundang Michael, dia juga mengundang dua ketua partai lain yakni Ketua DPC PKB dan Ketua DPC PPP. Namun menurutnya, keduanya tidak hadir. Untuk undangan Ketua DPC Demokrat dan Ketua DPC PKB diantar langsung oleh Mura'i sedangkan undangan untuk Ketua DPC PPP diantar oleh stafnya.

Dia menegaskan bukan baru pertama kali mengundang ketua partai untuk hadir dalam musrenbang di desanya. Tahun sebelumnya dia juga mengundang ketua partai. Karena baginya, dalam politik anggota DPRD itu bagian dari partai. ''Legislatif dan eksekutif seperti rel kereta tidak boleh dipisah, itu otak saya selaku kepala desa,'' jelasnya.

Sementara itu, Michael Edy Haryanto menyatakan, kedatangannya atas undangan dari Bawaslu terkait kehadirannya ke musrenbang di Desa Gumirih. Dia mengaku datang dalam kapasitas sebagai ketua partai. Dia menyebut hampir setiap tahun dapat undangan musrenbangdes. Siapapun yang mengundang, katanya, dirinya selalu hadir. ''Saya tahu di balai desa tidak boleh kampanye,'' tegasnya.

Sebelum datang dia sudah bertanya kepada pengundang siapa saja yang ikut diundang. Menurutnya ada ketua partai lain yang ikut diundang. Dia diminta hadir dalam kapasitas ketua partai sebagai narasumber. Dirinya hanya diberi waktu lima menit. Saat itu dirinya hanya menyampaikan pendidikan politik supaya rakyat tidak buta politik karena rakyat tidak tahu politik itu apa. Dia memberitahu masyarakat agar tidak salah pilih.

Dirinya menyebut tidak tahu mengapa dilaporkan dan dituduh kampanye di balai desa. Padahal, sambung Michael, yang melaporkan tidak tahu kejadian sebenarnya. Pelapor hanya melihat fotonya pegang mic di balai desa. ''Saya sama sekali tidak ngomong pilih Michael, pilih partai Demokrat,'' tegasnya lagi.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Banyuwangi Anang Lukman, menyatakan, ada 27 pertanyaan untuk Michael. Salah satunya terkait dengan kehadirannya dalam musrenbangdes itu. ''Termasuk apakah dalam penyampaiannya ada unsur kampanye atau tidak,'' jelasnya.

Untuk Mura'i, lanjutnya, ada 23 pertanyaan yang disampaikan. Pertanyaan yang disampaikan terkait ada tidaknya unsur menguntungkan salah satu peserta pemilu atau tidak dalam peristiwa itu. ''Besok kita jadwalkan (mengundang) Ketua DPC yang diundang yang tidak bisa hadir,'' ungkapnya.

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top