Berkat Negosiasi, Wisata Bahari GWD Dibuka Kembali

Aksi damai
Aksi damai

BANYUWANGITIMES – Aksi damai yang hendak digeber pengelola wisata, pemilik warung dan pelaku wisata Grand New Watudodol (GWD) di depan Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) serta Pemda Banyuwangi, Selasa (29/1/19), urung. Massa lebih memilih menggelar aksi bersih - bersih di seputaran GWD.

"Surat pembatalan demo sudah kita kirim ke Satintelkam Polres Banyuwangi, Senin (28/1/19). Tapi hari ini kita lakukan kerja bhakti massal," lontar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Bahari, Abdul Azis.

Pasca penutupan selama tiga pekan kondisi obyek wisata bahari di utara patung gandrung itu memang tak terawat. Sampah di pantai menumpuk. Rumput yang baru dipotong pun tumbuh lagi secara liar. Kondisi puluhan warung yang ditinggal pemiliknya bahkan terlihat kotor.

"Pihak Disbudpar telah memenuhi lima point tuntutan kita melalui jalur pendekatan persuasif. Akhirnya teman-teman yang biasa bekerja di GWD setuju untuk kembali bekerja sejak Sabtu (26/1/19)," ungkap Abdul Azis.

Sebelum menjalin kata sepakat, empat kali Disbudpar mengirim utusan untuk menggelar negosiasi. Mulanya warga enggan menanggapinya. Sampai akhirnya terjadi perundingan pada Jumat (25/1/19) di Kantor Disbudpar Banyuwangi.

"Lima point yang kami ajukan disetujui Disbudpar. Diantaranya, kesejahteraan tenaga harian lepas (THL) dinaikkan sesuai upah minimum kabupaten (UMK), pemberdayaan dan pembinaan pedagang bukan pembinasaan, Disbudpar tidak menempatkan orang yang provokatif melainkan mengerti pariwisata serta mampu menciptakan kondusivitas, Pokdarwis dan Pokmaswas Pesona Bahari GWD diberi keleluasaan berinovasi, transparansi anggaran dan fungsi pembangunan. Khusus point terakhir, di GWD banyak proyek bernilai besar tapi fungsinya tidak jelas dan cepat rusak," tegasnya.

Sebelumnya, 23 THL mogok kerja setelah Pemda Banyuwangi melakukan penutupan sepihak wisata bahari GWD. Penutupan dimulai sejak 7 Januari 2019 sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Emosi THL kian memuncak ketika pihak Disbudpar hendak mendepak 4 pemilik warung keluar dari obyek wisata di Dusun Paras Putih, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi. 

Pewarta : Hakim Said
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top