Pelajar, Warga dan Dirjen KLHK Bersih-Bersih Pantai Cemara

para pelajar SD sedang memungut sampah di kawasan pantai Cemara
para pelajar SD sedang memungut sampah di kawasan pantai Cemara

BANYUWANGITIMES – Puluhan pelajar sekolah dasar dan warga melakukan bersih-bersih di Pantai Cemara, Banyuwangi, Minggu (17/1/19). Acara bersih-bersih dilanjutkan dengan penanaman 20.000 bibit cemara udang. Ini dilakukan untuk memerangi sampah plastik sekaligus menjaga pesisir pantai agar tetap terjaga kelestariannya.

Bersih-bersih pantai dan penanaman cemara udang ini juga diikuti Dirjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan M.R. Karliansyah. Ada juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur Diah Susilowati. Ada juga Vice President HSSE M&T PT PertaminabT.P. Pasaribu, dan Vice President CSR PT Pertamina Agus Mashud.

Dengan membawa kantong sampah, mereka berjalan menyusuri pantai Cemara sepanjang kurang lebih 750 meter. Sampah yang dikutip dibedakan sesuai dengan jenisnya masing-masing. “Kami apresiasi pantai cemara sudah bersih dari sampah plastik, tadi tempat minumnya juga tidak ada yang menggunakan botol platik,” kata Karliansyah, usai melakukan bersih-bersih pantai.

Menurut dia, kegiatan itu merupakan salah satu upaya untuk memerangi sampah plastik. Karena sampah plastik ini sudah menjadi ancaman sehingga harus diperangi. Terkait hal ini, menurut Karlianyah pada November 2018 lalu Indonesia telah menjadi tuan rumah Global Anda Ocean Connection yang diikuti 108 negara. Pertemuan itu untuk menangani sampah di laut berbasis daratan.

Terkait penanaman pohon cemara, menurutnya, tanaman itu bisa menjadi salah satu penyangga dari bahaya tsunami, abrasi laut dan tempat hidup satwa. Dia mencontohkan Tsunami Banten lalu, kata Dia, rumah yang di depannya ada tanaman vegetasi semua aman. Sedangkan yang tidak ada tanaman vegetasinya hancur.

Dirjen KLHK, M. R. Karliansyah menanam pohon cemara udang di sekitar pantai Cemara Banyuwangi

Dia menyebut, semua pantai yang sudah dilakukan clean up, dilakukan penanaman pohon cemara. “Kita sarankan untuk menanam pohon cemara untuk penangkal tsunami, menahan abrasi, dan  macam-macam,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Vice President HSSE M&T PT Pertamina T.P. Pasaribu menyatakan, kegiatan bersih-bersih dan penanaman cemara ini merupakan wujud Pertamina bersinergi dengan pemda. Kegiatan itu menurutnya, untuk menunjukkan komitmen Pertamina dalam pengolahan aspek lingkungan. “Kita tahu pesisir rawan terkena abrasi dan berdasarkan hasil sosial mapping ini juga perlu dilestarikan karena kerusakan pantainya,” ujarnya.

Dia menginginkan, kehadiran Terminal BBM Tanjung Wangi berkontribusi bagi pemberdayaan dan pengembangan masyarakat. Karena itu pihaknya memberikan dukungan untuk penanaman cemara udang, mangrove dan pembudidayaan penyu di pantai Cemara. Dia berharap, lingkungan tetap bisa terjaga dan dengan ditanamnya mangrove dan cemara udang penyu bisa berkembang tidak mengalami kepunahan. “Dari sisi wisata bisa memberikan pantai lebih sejuk dan indah sehingga semakin banyak wisatawan yang datang,” katanya.

 

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top