Pengobatan Gratis untuk Napi dan Warga Sekitar Lapas Diserbu Warga

Petugas sedang memeriksa tensi salah seorang warga binaan Lapas Banyuwangi
Petugas sedang memeriksa tensi salah seorang warga binaan Lapas Banyuwangi

BANYUWANGITIMES – Ada yang berbeda di Aula . Tempat ini berubah menjadi tempat pengobatan. Lapas Banyuwangi memang sedang  menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis Jumat (11/1/19). Sasarannya tidak hanya warga binaan Lapas Banyuwangi. Tetapi juga warga sekitar Lapas Banyuwangi.

Tidak hanya pengobatan secara medis, ada juga terapi berupa bekam, pijat tradisional dan konsultasi psikolog. Semuanya bisa dinikmati secara gratis tanpa dipungut biaya apapun. “Ini pertama kali, mudah-mudahan bisa terus kita lakukan,” kata Kepala Lapas Banyuwangi, Ketut Akbar Hery Achyar, ditemui di sela pelaksanaan pengobatan gratis.  

Pengobatan gratis ini, lanjut pria yang disapa Akbar ini, merupakan kerja sama Lapas Banyuwangi dengan dr. Didik Sulasmono  dan Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Awalnya, kata Akbar, pengobatan gratis ini hanya untuk warga binaan Lapas saja. Namun dikembangkan untuk warga sekitar Lapas Banyuwangi. 

Untuk warga dari luar Lapas Banyuwangi, menurut Akbar bisa langsung masuk ke dalam Lapas dengan menunjukkan identitasnya. Mereka kemudian diberikan pengenal khusus dan bisa langsung menjalani pengobatan gratis. “Banyak warga sekitar yang hadir,” ujarnya.

Dia menegaskan, Lapas Banyuwangi sangat terbuka untuk kegiatan sosial. Akbar menyebut pembinaan tidak bisa dilakukan sendiri, namun membutuhkan pihak lain. Dia mengapresiasi ada dokter yang peduli. Begitu juga dengan PPNI yang mau membantu pelaksanaan pengobatan gratis itu.

Pada kesempatan itu, dr. Didik Sulasmono menyatakan, kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian pada para napi dan masyarakat sekitar. Dia juga memang mengganden PPNI dan SEFter Banyuwangi dalam kegiatan itu. “Cukup banyak petugas yang kami libatkan, ada juga bekam untuk terapi,” bebernya.

Didik menyatakan, pelaksanaan pengobatan gratis ini mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Obat-obatan yang digunakan untuk bakti sosial juga bantuan dari sejumlah apotek. Dia berharap kegiatan itu menjadi awal yang baik. Semoga kedepannya bisa terus dilakukan. “Insya Allah kita lakukan secara periodik dengan lebih banyak komunitas yang lain,” tegasnya.

Dalam pengobatan gratis itu ada sekitar 170 pasien yang datang untuk berobat. Padahal prediksi awal, jumlah orang yang ikut pengobatan gratis ini tidak sampai 100 orang.

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top