Suara Emas Daeren Raih Perhatian Netizen, Videonya Raih Jutaan Viewer

Daeren Okta Ragilio (dua dari kanan) bersama Muhtadin (paling kanan) dan keluarga
Daeren Okta Ragilio (dua dari kanan) bersama Muhtadin (paling kanan) dan keluarga

BANYUWANGITIMES – Jagat musik Banyuwangi diguncang kehadiran penyanyi pendatang baru. Dia adalah Daeren Okta Ragilio (13). Belakangan bocah ini menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Banyuwangi. Ini karena lantunan suaranya yang merdu. Suara indah bocah yang dipanggil Daeren ini juga menarik perhatian netizen. Sejumlah videonya yang diupload ke Youtube telah dilihat jutaan orang.

Penyanyi cilik ini tinggal di Dusun Krajan, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi. Dia sudah mulai menyanyi sejak berumur 10 tahun, tepatnya saat dia masih duduk di bangku kelas 3 SD. Ketika itu dia mulai ikut bernyanyi bersama Muhtadin (35). Kebetulan Muhtadin adalah musisi lokal Banyuwangi yang sudah sering bermain musik dari panggung ke panggung. “Pertama kali dia ikut manggung di sebuah hajatan di wilayah Muncar,” ungkap Muhtadin.

Musisi yang dikenal dengan panggilan Theplex ini memang memiliki peran besar dalam munculnya nama Daeren di blantika musik Banyuwangi. Dialah yang membesut dan melatih vokal Daeren hingga mulai dikenal masyarakat seperti saat ini. Theplex dan istrinya, Heni Purwanibgsih (25), kini juga merangkap sebagai manajer Daeren.

Theplex menuturkan, penampilan awal Daeren di panggung masih belum mampu menarik perhatian masyarakat Banyuwangi. Meski demikian, orang tua Daeren, Askuri dan Nurhariyani meyakini potensi yang dimiliki anak bungsunya itu. Nurhariyani memintaTheplex membuatkan video musik untuk Daeren.
video-video musik Daeren kemudian diunggahnya ke Youtube melalui channel DJ Theplex.

Video pertama yang diunggah ke Youtube adalah lagu berjudul Saben Malam Jumat. Respon terhadap video ini cukup luar biasa. Dalam dua bulan lagu ini telah dilihat lebih dari 10 ribu netizen. Viewer terus meningkat tiap bulan. Saat ini video ini telah dilihat dan mendapatkan like sebanyak 3,1 juta orang. “Viewer paling tinggi adalah lagu Ngelabur langit, hanya empat bulan viewernya sudah mencapai 3,6 juta,” katanya.

Seiring dengan banyaknya orang yang melihat penampilan Daeren di Youtube, semakin banyak yang mengundang Daeren untuk manggung. Dalam sebulan setidaknya Daeren menerima 10 orderan manggung.

Meski terus kebanjiran order manggung, namun Daeren yang saat ini duduk di bangku kelas I SMP mengaku masih bisa mengatur waktunya untuk sekolah dan manggung. Sehingga dirinya tidak pernah absen sekolah untuk urusan manggung. “Hanya sekali izin karena ada order manggung di Bali,” ungkap Daeren.

Meski sudah biasa manggung, Daeren masih malu-malu saat berbincang dengan sejumlah wartawan. Bocah yang memiliki suara tinggi ini mengaku belum punya waktu khusus untuk melatih vokal. Namun dirinya biasa memanfaatkan waktu luang bersama Theplex di studio.

Penyanyi cilik yang mengidolakan Rozy Abdullah ini berharap karirnya dalam bidang musik bisa terus berkembang. Salah satu caranya adalah dengan memanfaat media sosial untuk mengunggah suara emasnya dengan bantuan Theplex. “Semoga bisa mengharumkan nama Banyuwangi,” kata Daeren.

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top