Simak 10 Film Favorit Sutradara Kawakan Joko Anwar Tahun 2018, Bisa Jadi List di Marathon Movie-mu

Joko Anwar (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)
Joko Anwar (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

BANYUWANGITIMES, MALANG – Siapa yang tak kenal dengan Joko Anwar? Sutradara kawakan yang terkenal dengan filmnya yang berjudul Pengabdi Setan ini kini seakan menjadi sutradara favorit semua orang.

Filmnya yang berjudul Pengabdi Setan yang tayang tahun lalu sempat meledak di pasaran. Pengabdi Setan meraup 4,2 juta penonton. Pengabdi Setan juga melanglang buana ke berbagai negara dunia. Setidaknya 42 negara sudah disambangi, mulai dari Spanyol, Belanda, Thailand, Singapura, dan lain-lain.

Namun, karya Joko Anwar tidak hanya itu saja. Film-filmnya yang lain juga tak kalah worth to watch, mulai dari Janji Joni (2005), Kala (2007), Pintu Terlarang (2009), Modus Anomali (2012), A Copy of My Mind (2015), dan lain-lain.

Sebagai seorang sutradara dengan karya-karyanya yang masterpiece, tentu Joko Anwar memiliki selera film yang berkualitas. Penasaran apa saja list film favoritnya? Berikut 10 film favorit Joko Anwar di tahun 2018 yang dibagikannya melalui Instagram-nya.

1. Roma
 

Roma adalah film drama yang ditulis dan disutradarai oleh Alfonso Cuarón. Cuarón juga memproduseri, menyunting, dan mengambil gambar film ini. Film ini berlatar pada awal 1970-an. Bercerita tentang seorang pembantu rumah tangga di keluarga kelas menengah. Judulnya diambil dari nama distrik Colonia Roma di Kota Meksiko.

"Film dari surga film. Adegan nyiram tai anjing aja indah. Perlu bilang apa lagi?" komentar Joko Anwar.

2. Shoplifters
 

Shoplifters adalah sebuah film yang ditulis, disunting, dan disutradarai oleh Hirokazu Kore-eda. Film ini menceritakan tentang sebuah keluarga yang mengandalkan pengutilan untuk bertahan menghadapi kehidupan mereka yang miskin. Film ini ditayangkan pada 13 Mei 2018 di Festival Film Cannes, yang kemudian memenangkan Palme d'Or.

"Lembut tapi keras. Luar biasa ngikutin perjalanan karakter-karakternya. Kerasa sangat nyata," tulis Joko Anwar.

3. Cold War
 

Cold War adalah film drama yang disutradarai oleh Pawe? Pawlikowski. Film ini setting-nya adalah Perang Dingin pada 1950-an. Menceritakan kisah seorang sutradara musik yang menemukan seorang penyanyi muda, kisah cinta mereka berlanjut selama bertahun-tahun. 

"Butuh waktu buat dapet asiknya. Tapi Iama-lama keiket sama ceritanya. Indah," tulisnya.

4. Burning
 

Burning adalah film Korea Selatan yang bergenre drama misteri dan disutradarai oleh Lee Chang-dong. Film ini menceritakan tentang misteri yang terjadi terhadap seorang wanita yang hidupnya terkait dengan 2 orang pria. Belum lama ini, film ini dikabarkan terpilih sebagai film Korea yang masuk dalam nominasi Oscar ke-91.

"Tipe film yang elo nggaktau mau dibawa ke mana sama pembuatnya, tapi elo mau ngikut aja," tulis Joko Anwar.

5. Spider-Man Into the Spider-Verse

Spider-Man: Into the Spider-Verse adalah film animasi karya trio sutradara Bob Persichetti, Peter Ramsey, dan Rodney Rothman. Film diproduksi oleh kolaborasi antara Columbia Pictures dan Sony Pictures Animation. 

Film animasi tersebut membawa penggemar ke semesta Spider-Man yang benar-benar baru. Menghadirkan kisah dari Miles Morales (Shameik Moore) sebagai seorang Spider-Man, bersama dengan para Spider-Man lainnya, seperti Spider-Man (Jake Johnson) , Spider-Gwen (Hailee Steinfeld) , Spider-Man Noir (Nicholas Cage), Spider-Ham (John Mulaney) dan Peni Parker (Kimiko Glenn).

"Nonton film ini beneran bikin giting. Nganga sepanjang film. Salah satu film superhero terbaik," tulisnya.

6. Hereditary
 

Hereditary adalah film horor karya Ari Aster. Film ini disebut-sebut sebagai film horor paling menyeramkan tahun ini. Film Hereditary bercerita mengenai kisah sebuah keluarga yang penuh misteri. Charlie Graham (Milly Shapiro) sebagai penerus keluarga di masa depan mulai menemukan misteri serta rahasia yang tidak pernah terungkap sebelumnya.

"Film gila. Bikin gila. Aaarrgghh..." tulis Joko Anwar.

7. Suspiria
 

Suspiria merupakan film bergenre horror dan thriller yang disutradarai oleh Luca Guadagnino. Film ini mengisahkan seorang penari yang mengalami kejadian aneh di akademi tari yang diawali dengan tewasnya salah seorang siswi di akademi tersebut. Film ini dibintangi oleh beberapa aktris papan atas seperti Dakota Johnson, Chloe Grace Moretz, Jessica Harper dan Tilda Swinton.

"Aduh gimana jelasinnya film ini. Fucked up, sakit. I loved it! Beruntung bisa nonton di Iayar lebar. Pengalaman sinematis yang lama ilangnya di kepala," tulis Joko Anwar.

8. A Star is Born
 

A Star Is Born adalah film drama musikal romantis Amerika Serikat tahun 2018 yang disutradarai oleh Bradley Cooper dan diproduseri oleh Bradley Cooper, Todd Phillips, Bill Gerber, Jon Peters dan Lynette Howell Taylor. Film ini menceritakan  musisi musiman Jackson Maine (Bradley Cooper) membantu seorang seorang penyanyi pendatang baru, Ally (Lady Gaga) mengejar mimpi menjadi penyanyi terkenal.

"Aktingnya keren, penyutradaraannya asik, nyentuh emosi. Musiknya asik. Kalo nggak nangis nontonnya pasti udah nggak punya hati. Kayak gue," tulis Joko Anwar.

9. Mandy
 

Mandy adalah film bergenre action horror yang disutradarai oleh Panos Cosmatos dan bekerjasama dengan Elijah Wood sebagai produser. Dibintangi oleh aktor ternama Nicholas Cage sebagai Red Miller. Film ini berlatar pada gurun pasir awal tahun 1983 mengisahkan keinginan balas dendam seorang pria yang hidupnya telah hancur karena orang yang ia cintai dibunuh oleh sekelompok aliran yang keji.

"Film lebarannya movie geek. Stylish, keras, memabukkan," tulis Joko Anwar.

10. Leave No Trace
 

Film Leave No Trace adalah film yang di adaptasi dari novel “My Abandonment by Peter Rock” yang mengisahkan tentang ayah dan anak yang tinggal di hutan. Sang ayah ingin membesarkan putrinya di hutan agar terlepas dari pengaruh buruk kehidupan sosial zaman sekarang dan korupsi. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Debra Ganik, sutradara independen asal Amerika. Penulisan naskah dibantu oleh Anne Rosellini.

"Extremely weII-acted, kayak kita bisa denger pikiran karakternya. Walau ceritanya terasa simpel, tapi begitu dipikirin Iagi, dalem banget," tulis Joko Anwar. (*)

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top