Beginilah Nasib Umat Nasrani ketika Merayakan Natal di Bawah Perda Syariah, Viral Videonya

Screenshot Video
Screenshot Video

BANYUWANGITIMES, MALANGMALANGTIMES - Sebagian besar penduduk Indonesia memeluk ajaran Islam. Sehingga ada beberapa daerah yang berdiri dengan mengedepankan peraturan yang berlandaskan syariat Islam. Salah satunya adalah Aceh yang juga dikenal sebagai Serambi Mekah. Sejak 2003, Aceh melegalkan peraturan daerah yang berdasarkan aturan Islam.

Meski begitu, penduduk Aceh bukan 100 persen pemeluk ajaran Islam. Di sana, ada banyak pemeluk ajaran agama lain seperti Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Menariknya, meski tetap dalam keberagaman dan mengedepankan aturan yang berlandaskan syariat Islam, nyatanya toleransi yang ditunjukkan begitu indah.

Dilansir dari channel youtube Rabbanians ID, dikatakan jika masyarakat non-muslim dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinan mereka masing-masing dengan sangat tenang. Salah satunya seperti saat perayaan Natal yang masih terasa hingga hari ini. Puluhan ribu penganut Kristen di Aceh dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk tanpa ada tekanan dari pihak mana pun.

"Aparat keamanan seperti polisi hingga tentara menyiapkan agar kami nyaman beribadah," terang Luspida Simanjuntak, salah satu warga pemeluk ajaran Kristen di Aceh sebagaimana dalam video channel Rabbanians ID.

Hal senada juga disampaikan Kanwil Kementerian Agama Pembimas Kristen Aceh Samarel Telaumbanua yang menyampaikan jika kebebasan agama tetap dijamin di Aceh meskipun peraturan daerahnya berdasarkan syariat Islam. Tidak ada intervensi dan umat beragama dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinan mereka masing-masing.

Lebih jauh dia menyampaikan jika dalam perayaan Natal yang dilangsungkan sejak masa persiapan hingga puncak Natal, sama sekali tidak ada gangguan dari pihak mana pun. Kegiatan keagamaan berjalan aman tanpa ada ketakutan sama sekali. Umat Kristen pun menjalankan ibadahnya dengan penuh suka cita.

"Ini menunjukkan bahwa masyarakat Katolik di Aceh sangat diterima dengan baik. Tidak ada ketakutan dan semua berlangsung sangat baik. Kami mewakili seluruh umat berterima kasih kepada masyarakat Aceh serta segenap aparat keamanan dan pemerintahan," kata Samarel.

Dia juga menegaskan bahwa label Aceh sebagai daerah intoleran sangat tidak berdasar. Sebab, sejak beberapa tahun tinggal di Aceh, ia sama sekali tidak pernah mendengar adanya intervensi dan tekanan dari pihak lain terhadap umat Kristen. Bahkan, berbagai pernak-pernih perayaan Natal dapat terpasang dengan baik di setiap gereja.

Sebagai informasi, syariat Islam yang kental di Aceh tidak berlaku bagi masyarakat non-muslim. Berdasarkan sensus penduduk 2010, total ada 50.309 warga Aceh yang memeluk Kristen Protestan dan 3.315 memeluk Katolik. Mereka tersebar di beberapa wilayah seperti Banda Aceh, Kabupaten Aceh Singkil, dan Subulussalam. Di Banda Aceh saja, ada empat gereja yang berdiri dengan kokoh. (*)
 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top