871 Atlit Ikuti Kejurkab Pencak Silat Banyuwangi

Suasana pertandingan pencak silat pelajar di Gor Tawang Alun Banyuwangi
Suasana pertandingan pencak silat pelajar di Gor Tawang Alun Banyuwangi

BANYUWANGITIMES – Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Banyuwangi menggelar Kejurkab Pencak Silat Pelajar Tahun 2018. Even yang dihelat di penghujung tahun ini diikuti 871 peserta dari jenjang SD dan SMA.

Perlombaan yang digeber di Gelanggang Olah Raga (GOR) Tawangalun, Giri, Banyuwangi, melibatkan 23 perguruan silat di bawah naungan IPSI Bumi Minakjinggo. Even tahunan tersebut digelar selama enam hari, Senin - Sabtu (17-22) Desember 2018.

"Tahun kemarin SD, SMP, SMA jumlah pesertanya 1.300 orang. Sekarang SD dan SMA 871 atlet. Berarti tahun ini pesertanya jauh lebih meningkat," urai Sekretaris IPSI Banyuwangi, Hidayatur Rohman.

Pembukaan even ini digelar pukul 20.00 WIB, Senin (17/12/18). Serimonial pembukaan ditandai dengan pencak silat rampak dari Perguruan Tapak Suci. Namun panitia Kejurkab sendiri sudah memulai pertandingan pada Senin pagi.

"Pembukaan kita paketkan dengan penyerahan SK anggota IPSI Banyuwangi. Peserta terbanyak dari PSHT yang mencapai 40 persen dari total atlet yang mendaftar. Karena ekstra kurikuler di tingkat SD, SMP dan SMA lengkap," tambah Dayat (panggilan Hidayatur Rohman).

Ajang ini bahkan diikuti oleh para atlet IPSI yang telah menjalani pemusatan latihan di dua zona, yakni Cluring (selatan) dan Ketapang (utara). Menurut Dayat, keikutsertaan atlet TC dalam rangka uji coba jelang Porprov Jatim tahun 2019.

"Ada 44 kelas yang dipertandingkan, plus kategori tunggal dan ganda. Tiap kelas diambil juara 1,2 dan 3. Untuk tingkat SD dalam rangka mencari bibit pesilat unggulan. Sedangkan tingkat SMA guna persiapan Porprov maupun pra PON," tandasnya.

Ketua IPSI Banyuwangi I Made Cahyana Negara SE melakukan pembukaan pada Kejurkab Silat Pelajar 2018 ini. Made Cahyana Negara yang juga Ketua DPRD Banyuwangi berharap agar even yang dihelat di akhir tahun ini lebih meningkat dari sisi pertandingan dan hadiahnya.

"Kejuaraan ini agar menghasilkan atlet yang berbicara di level nasional dan internasional," ungkapnya.

Sebagai olahraga yang lahir di nusantara, menurut Made, silat dapat mempersatukan bangsa dan keutuhan NKRI. "Silat bisa menjadi sarana perekat bangsa dan negara. Karena merupakan salah satu warisan nenek moyang kita," pungkasnya.

Pewarta : Hakim Said
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top