Lurah Wanita Korban Percobaan Pembunuhan Histeris, lalu Ambruk di Persidangan

Jaksa dan pengacara berusaha menolong Wilujeng Esti Utami yang ambruk saat menjadi saksi di persidangan.
Jaksa dan pengacara berusaha menolong Wilujeng Esti Utami yang ambruk saat menjadi saksi di persidangan.

BANYUWANGITIMES – Kasus percobaan pembunuhan yang menimpa Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Wilujeng Esti Utami (53) tampaknya membuat trauma yang cukup mendalam bagi korban. 

Buktinya, dalam sidang pemeriksaan saksi korban, Wilujeng menangis histeris. Wanita ini bahkan ambruk dari kursi hingga akhirnya terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kasus percobaan pembunuhan ini memang sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Dalam agenda sidang yang digelar Kamis (6/12/18), Wilujeng mendapatkan giliran untuk dimintai kesaksian. 

Sejak awal pemeriksaan, perempuan berhijab ini mulai terlihat menangis. “Saya dianiaya. Saya mau dibunuh,” ujarnya menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum (JPU) Mulyo Santoso.

Dalam sidang yang dipimpin ketua najelis hakim Luluk Winarko ini, Wilujeng dicecar JPU dengan sejumlah pertanyaan. Namun, baru beberapa pertanyaan dilontarkan, Wilujeng mulai terbawa suasana saat dirinya mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi oleh terdakwa Agus Siswanto alias Agus Welek (46).

Wilujeng Esti Utami dievakuasi ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit

 

Benar saja, sekitar 15 menit berjalan, tiba-tiba Wilujeng histeris. Berkali-kali dia meneriakkan kalimat ‘saya dianiaya, saya mau dibunuh’. 

Sesaat kemudian, perempuan ini ambruk dari kursi saksi. Spontan jaksa dan pengacara terdakwa mendekat untuk menolong Wilujeng. Perempuan ini sempat dibawa ke ruang kesehatan Pengadilan Negeri Banyuwangi sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Karena kondisi Wilujeng yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan persidangan, akhirnya JPU memanggil saksi lain. Saksi berikutnya adalah Haniati (40), warga Dusun Sukomukti, Desa Sukamaju, Kecamatan Srono.  Perempuan ini adalah pembantu terdakwa Agus Siswanto. Perempuan ini ditanya seputar uang milik Wilujeng yang dirampas Agus Welek.

 Haniati mengaku dirinya dititipi uang tersebut oleh terdakwa. Namun dirinya mengaku tidak tahu uang tersebut uang apa. Dia diminta menyimpan uang tersebut oleh terdakwa. 

Perempuan ini mengaku tidak membuka tas kresek warna hijau itu. Namun dia mengetahui  dalam bungkusan itu adalah uang. “Saya bawa pulang lalu saya simpan dalam lemari,” ungkapnya.

Sementara itu, ditemui usai persidangan, tim pengacara terdakwa Agus Welek menyatakan Wilujeng harus dihadirkan lagi dalam persidangan. Sebab, keterangannya sangat dibutuhkan untuk mengungkap secara terang benderang kasus ini. “Kami sudah meminta kepada majelis hakim agar saksi korban dihadirkan kembali dalam persidangan mendatang,” tegas Eko Sutrisno, salah satu tim pengacara terdakwa Agus Welek. (*)

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top