Hilang dari Kapal, Nelayan Ditemukan Sudah Meninggal

korban saat ditemukan warga di bibir pantai Dusun Paludem, Desa Tembokrejo, Muncar
korban saat ditemukan warga di bibir pantai Dusun Paludem, Desa Tembokrejo, Muncar

BANYUWANGITIMES – Seorang nelayan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di bibir pantai Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Nelayan ini diketahui bernama Umarkab (36), warga setempat. Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban. Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini.

Mayat korban ditemukan warga sekitar pukul 20.30 WIB, Rabu (6/12/18) malam. Warga langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Muncar langsung menuju TKP untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Petugas langsung melakukan penyelidikan untuk mencari identitas korban yang awalnya masih tidak diketahui.

Tidak butuh waktu lama, polisi berhasil bertemu dengan rekan korban yang sehari sebelumnya sama-sama melaut. Dari keterangan rekan korban, mereka baru pulang melaut Selasa (4/12/18) malam, tepatnya sekitar pukul 21.00 WIB. Kapal yang digunakan melaut ditambatkan sekitar 500 meter dari pantai. Sejumlah ABK kapal itupun turun untuk pulang ke rumahnya masing-masing. “Korban dan dua temannya saat itu tidak turun dari kapal dengan alasan hendak tidur di kapal,” jelas Kapolsek Muncar Kompol Toha Khoiri melalui Kanit Reskrim Iptu Eko Darmawan Kamis (6/12/18).

Keterangan teman korban, Aris Sandi (16) dan Deni (23), malam itu mereka bertiga langsung tidur. Sekitar pukul 02.00 WIB Rabu (5/12/18) dinihari, Aris Sandi terjaga. Saat itu dia tidak melihat keberadaan korban. Aris Sandi sempat membangunkan Deni dan menanyakan keberadaan korban. 

Ternyata Deni juga tidak mengetahui dimana korban berada. Mereka berdua kemudian tidur dan keesokan harinya kembali bekerja seperti biasa. “Mereka baru mengetahui kejadian yang menimpa korban dari media sosial,” ungkapnya.

Selanjutnya teman-teman korban mendatangi Puskesmas Kedungrejo tempat korban disemayamkan. Setelah melihat langsung, mereka memastikan mayat itu adalah Umarkab, teman mereka. Mereka kemudian memberitahukan kejadian itu pada orang tua korban yang berada di Kraksan, Probolinggo.

Dari hasil pemeriksaan medis tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban diduga kuat terjatuh dari kapal dan kemudian terseret ombak dan akhirnya terbawa ke bibir pantai. Selama ini, kata Eko Darmawan, korban memang dikenal agak aneh karena sering menghilang tanpa pamit. “Korban sudah sering tidak diketahui pergi tanpa sepengetahuan teman-temannya ataupun juragan kapalnya,” bebernya.

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top