Terlibat Baku Pukul Botol usai Pesta Miras, Meninggal Dua Hari Kemudian

Ilustrasi Korban Miras Oplosan
Ilustrasi Korban Miras Oplosan

BANYUWANGITIMES – Dodik Setiawan (19), seorang pemuda asal Dusun Krajan, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, tewas setelah dianiaya temannya sendiri. Penganiayaan tersebut terjadi usai korban menggelar pesta miras dengan pelaku dan sejumlah teman-temannya yang lain. 

Pelaku diketahui bernama Rama Adi Prayoga alias Ganden (22), warga Dusun Ringinsari, Desa/ Kecamatan Pesanggaran.

Nahas yang menimpa Dodik Setiawan berawal saat dirinya, pelaku dan lima orang temannya yang lain melakukan pesta minuman keras di pinggir Pantai Rajek Wesi, Dusun Krajan, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Mereka menggelar pesta minuman keras tersebut pada hari Minggu (2/12/18) sekitar pukul 13.30 WIB. Sekitar pukul 18.00 WIB, pesta minuman keras itu usai.

Karena  telah selesai, sebagian dari mereka kemudian meninggalkan tempat itu. Sehingga di lokasi pesta miras itu tinggal korban, tersangka dan seorang temannya yang bernama Ahmad Maulana, (23), warga Dusun Krajan, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.Sekitar pukul 21.30 WIB, Ahmad Maulana terlibat cekcok dengan tersangka. “Korban bangun dan berusaha melerai,” kata Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Panji Pratistha Wijaya Rabu (5/12/18).

Karena masih terpengaruh minuman keras, korban melerai dengan cara memukul Ahmad Maulana. Melihat ini giliran tersangka Rama Adi Prayoga yang mencoba melerai,  oleh korban, Rama Adi Prayoga didorong hingga jatuh.

 Tak terima, Rama Adi Prayoga mengambil botol bekas minuman keras yang ada di tanah dan memukulkannya ke kepala korban sebanyak satu kali. Botol itu kemudian direbut korban dan ganti dipukulkan pada kepala Rama Adi Prayoga hingga botol tersebut pecah.

Setelah itu, perkelahian sesama teman tersebut selesai. Seperti tak terjadi apa-apa, korban dan tersangka Rama Adi Prayoga sempat mandi bersama di sumur yang ada di pinggir Pantai Rajek Wesi itu.

 Malam itu mereka tidak pulang dan memilih tidur di sebuah gudang milik warga. Keesokan harinya tersangka melihat korban meninggalkan lokasi tersebut dengan mengendarai sepeda motornya.

Hari Selasa (4/12/18), korban merasa pusing kepala. Keluarganya kemudian membawa yang bersangkutan ke rumah sakit terdekat. “Sekitar pukul 10.00 WIB korban dinyatakan meninggal dunia,” terang lulusan Akademi Polisi tahun 2007 ini.

Keluarga korban segera melaporkan kejadian ini kepada polisi. Petugas kepolisian langsung melakukan otopsi pada korban. Otopsi dilakukan pada Selasa (4/12/18) malam di RSUD Blambangan. Hasil otopsi diketahui korban meninggal karena terjadi pendarahan otak sebelah kiri akibat benturan benda tumpul.

 Dari hasil penyidikan, polisi kemudian menetapkan Rama Adi Prayoga sebagai tersangka dalam kasus ini. “Kami menyita sebuah botol bekas minuman keras jenis New Port dalam keadaan pecah sebagai barang bukti dalam kasus ini,” kata Panji. (*)

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top