Konflik PPLP-PT PGRI Banyuwangi, Kubu Heru Ismadi Tunggu Komitmen Keseriusan

Ilyas Karnoto (dokumen)
Ilyas Karnoto (dokumen)

BANYUWANGITIMES – Pengurus PPLP-PT PGRI Banyuwangi kubu Heru Ismadi membenarkan adanya upaya islah dari kubu PPLP-PT PGRI Banyuwangi pimpinan Murdiyanto. Namun pihaknya kini masih melihat keseriusan kubu Murdiyanto untuk menindak lanjuti surat pernyataan yang telah dibuat dalam pertemuan pada 29 Oktober  2018 lalu.

Menurut Ilyas Karnoto, apa yang disampaikan Arie Ramadhani selaku pengacara 7 orang pengurus PPLP-PT PGRI versi Akta 31 tahun 2014 yang kini menyandang status tersangka sudah benar. Hanya, proses islah itu masih belum tuntas.

Menurutnya, ketujuh orang itu sudah membuat dan menandatangani pernyataan. Surat pernyataan itu, menurutnya merupakan komitmen yang sangat mendasar. Semestinya, kata Dia, harus ditindak lanjuti dengan langkah-langkah selanjutnya. “Harus ditindaklanjuti dengan dengan proses-proses selanjutnya yang itu tidak perlu ditanyakan lagi,” ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (6/11/18) siang.

Pihaknya kini masih menunggu proses lanjutan dari surat pernyataan yang dibuat tersebut. Diantaranya rapat anggota untuk mencabut akta nomor 31 tahun 2014 dan mencabut SK Kemenkumham. Jika semua itu sudah dilakukan barulah bisa melangkah kepada akta Van Dadaing atau akta perdamaian. “Kalau itu tidak dilaksanakan, itukan komitmen kosong, tidak serius,” tegasnya.

Untuk diketahui dalam surat pernyataan yang dibuat pada 29 Oktober 2018 itu disebutkan, PPLP-PT PGRI Banyuwangi kubu Murdiyanto mengakui legalitas kepengurusan PPLP-PT PGRI Banyuwangi pimpinan Heru Ismadi. Selain itu, 7 orang ini juga akan menyerahkan kampus B dan C Uniba serta Kampus Stikom kepada Badan Penyelenggara PPLP-PT PGRI pimpinan Heru Ismadi. Surat pernyataan ini ditandatangani oleh Murdiyanto, Sadi, Siswadji, Teguh Sumarno, Sulihtiyono, Mislan dan Heru Muhardi.

Ilyas menjelaskan dalam proses pembuatan surat pernyataan itu sebenarnya sudah dibahas langkah lanjutan yang harus dilakukan kubu Murdiyanto. Jika langkah lanjutan itu tidak juga dilakukan, kata Dia, berarti mereka setengah hati untuk melakukan islah. “Sudah seharusnya dilakukan proses berikutnya, kalau tidak menindak lanjuti dengan komitmen yang riil ngapain tanda tangan pernyataan,” ungkapnya. (*)

 

 

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top