Rujak Syantik Tuplik, Rujak Premium Ala Desa yang Melegenda

Pelanggan Rujak Syantik Tuplik saat menikmati rujak premium dari Desa Gesang Tempeh ini. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)
Pelanggan Rujak Syantik Tuplik saat menikmati rujak premium dari Desa Gesang Tempeh ini. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)

BANYUWANGITIMES, LUMAJANG – Rujak Cingur Tuplik sudah ada sejak lebih dari 30 tahun. Warga sekitar banyak yang mengenal Rujak Cingur Tuplik sebagai rujak premium karena harganya yang sedikit lebih mahal daripada harga rujak sejenis di daerah Desa Gesang, Pulo dan Jokarto, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

Rina, salah satu pembeli yang ditemui di warung rujak ini, Senin (5/11/2018) mengaku rujak ini selalu laris karena rasanya yang memang enak banget, dengan bumbunya yang kental. Bahkan menurut mahasiswi Universitas Negeri Jember ini, rasa Rujak Cingur Tuplik sejauh ini belum bisa ditemukannya di tempat lain.

"Saya pertama kali jualan dulu saat anak saya pertama masih duduk di bangku TK, sekarang malah sudah punya anak, artinya sampai sekarang saya sudah bercucu," ungkap Tuplik Sri Retnowati, nama lengkap pemilik warung Rujak Syantik (Rujak Tuplik).

"Saya dulu sempat pindah ke Surabaya, pernah juga ke Jember, saat anak saya masuk SMA baru balik ke Lumajang lagi," papar pemilik senyum ramah ini.

Rujak Tuplik buka dari pukul 8 pagi sampai 4 sore. Meskipun di desa, jangan tanya omzet penjualan rujak ini, karena sehari rata-rata bisa tembus omzet sampai 1,5 juta rupiah.

"Kalau hari libur, hari raya bisa sampai 4 juta rupiah omzetnya. Bahkan kalau warga desa sini yang kerja di Bali pulang kampung saat hari raya, mereka bisa pesan puluhan bungkus, bahkan mereka hargai sendiri," tambahnya.

Rujaknya terlihat biasa, tapi rasanya luar biasa. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)

 

Tuplik menceritakan pernah saat beberapa warga desa Gesang yang memang kerja di Bali memborong rujaknya, yang biasa harganya hanya 13 ribuan mereka hargai sendiri 20 ribuan, saking kangennya mereka dengan rujak khas Tuplik.

"Banyak yang tanya ke saya apa resep rahasianya. Kalau bagi saya sendiri yang penting bersyukur karena ini sudah rejeki dari Allah," jawab Tuplik.

Tak jarang tamu-tamu penting dari Polsek Tempeh dan Kecamatan bahkan diajak singgah ke tempat ini dan menyicipi rujak Tuplik, karena bukan hanya semata rasanya tapi juga karena tempatnya yang nyaman untuk makan di tempat.

"Kalau saya gak pernah libur Mas, biasanya ada bibi saya juga yang bantuin jualan, jadi kalau saya ada acara ada yang menggantikan jualan. Kalau pas ramai seperti hari libur saya juga dibantu menantu jualan," tandas Tuplik.

Dalam waktu dekat ini, Tuplik bahkan berencana akan menambah jualan kue basah, agar pembeli punya pilihan jajanan selain rujak. Bisa dipahami karena warung ini terletak di akses jalan menuju Desa Penanggal Kecamatan Candipuro, jadi seringkali jadi jujugan mereka yang ingin sekedar beristirahat dan melepas lelah.

"Kalau bicara soal harga memang relatif, yang penting harganya enak dan mempertahankan kualitas, bukan hanya rasa rujak tapi juga jajanan lainnya," tambah wanita yang sekarang sudah punya 4 cucu dari 2 anaknya.

Saat inipun rujak cingur Tuplik masih terus berbenah dan mengembangkan usahanya. Rujak Tuplik seakan menjadi legenda rujak di Desa Gesang dan rugi rasanya kalau tak pernah menyicipi makanan favorit warga Lumajang ini. (*)

Pewarta : Pawitra Huda Pradana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top