Diduga Fiktif, LSM Koreksi Bakal Laporkan Bedah Rumah di Pakistaji

Ini salah satu kondisi rumah yang dibedah namun masih terlihat tidak layak dan memprihatinkan
Ini salah satu kondisi rumah yang dibedah namun masih terlihat tidak layak dan memprihatinkan

BANYUWANGITIMES – Diduga fiktif, Program Bantuan Bedah Rumah (PBBR) di Desa Pakistaji Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, akan dibawa ke ranah hukum oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koreksi. Data itu dihimpun oleh LSM yang dikomandani Aman Faturahman, setelah sebelumnya mendapat pengaduan masyarakat dan melakukan croscek ke lapangan.

"Sebanyak 5 Kepala Keluarga (KK) di Desa Pakistaji, mendapatkan PBBR yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2018. Sedangkan nilai anggarannya sebesar Rp 57 juta untuk total 5 rumah tersebut," ungkap Aman Faturahman, Jumat (2/11/18).

Sementara satu warga lainnya bernama Mubin (almarhum), yang beralamat di Dusun Dadapan Lingkungan Sumbersari RT 01 RW 02 masuk Desa Pakistaji Kabat mendapatkan Program Bantuan Bedah Rumah Dhuafa (PBBRD) juga dari ADD tahun 2018. Dan hingga kini, hasil PBBRD almarhum Mubin sudah ditempati sang istri.

LSM Koreksi yang bermarkas di Kabupaten Banyuwangi ini setelah melihat langsung kondisi hasil bedah rumah di Desa Pakistaji tersebut mengaku sangat prihatin. Hasil PBBR tahun 2018 tersebut sangat tidak layak sekali.

"Investigasi sudah kita lakukan, ternyata kenyataan di lapangan hasil fisik bangunan PBBR sungguh sangat memprihatikan. Kondisi bangunan yang ada tidak lebih seperti bangunan toilet berukuran 3x3,5 meter," sergah Aman.

Bahkan LSM Koreksi mendapati kayu yang digunakan untuk PBBR adalah kayu bekas bedah rumah yang lama. Atas temuan itu, LSM yang dikomandani Aman Faturahman ini pun meminta penjelasan kepada Mustain Akwan selaku Kades Pakistaji.  

"Penjelasan Kades Mustain Akwan, bahwa anggaran bedah rumah untuk keluarga miskin di Desa Pakistaji sudah dimulai sejak tahun 2017 dengan sasaran 5 unit rumah senilai Rp 57 juta. Sedangkan anggaran bedah rumah tahun 2018 juga untuk alokasi 5 unit rumah sebesar Rp 57 juta," papar Aman menyitir keterangan Kades Mustain.

Saat Aman menanyakan kualitas dan mutu serta hasilnya yang sangat tidak layak, Kades Mustain menyatakan bahwa untuk PBBR ada penanggung jawabnya sendiri.

"Untuk laporan anggaran PBBR tahun 2017, saat kita minta konfirmasi, Kades menjanjikan 2-3 hari  akan menghubungi balik. Namun hingga lewat beberapa hari sesuai janjinya, ternyata juga tidak ada menghubungi kita. Ini patut diduga PBBR tahun 2017 sebenarnya tidak dikerjakan," suluk Aman yang akan melaporkan dugaan PBBR fiktif tersebut jika sampai batas waktu tertentu tidak ada kejelasan juga.

Kades Pakistaji Mustain Akwan yang berusaha ditemui media ini di kantor desanya sedang tidak ada di tempat. 

Pewarta : Hakim Said
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top