Panwas Tak Segan Tertibkan Banner Parpol yang Melanggar APK

Banner/baliho Partai Gerindra yang terlihat ada didepan sebuah lembaga pendidikan
Banner/baliho Partai Gerindra yang terlihat ada didepan sebuah lembaga pendidikan

BANYUWANGITIMES – Partai politik yang melanggar etika pemasangan alat peraga kampanye (APK) bakal mendapat teguran.

 Hal itu ditegaskan panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kota Banyuwangi melalui Ketua Panwascam Kota Banyuwangi, Hidayatur Rohman.

Kondisi ini juga untuk menyikapi adanya laporan soal pemasangan APK di wilayah kerjanya yang menggunakan fasilitas publik serta zona netral. 

"Kita akan koordinasi dengan pengurus partai yang bersangkutan agar memindah atau menurunkan sendiri. Panwascam juga akan mengirim surat ke Satpol PP supaya menindak," lontarnya, Kamis (1/11/18).

Pemasangan APK yang menggunakan fasilitas publik tergolong melanggar perda. 

Itulah sebabnya Panwascam Banyuwangi akan bersurat ke Satpol PP.

"Waktu Pilgub ada aturan tentang radius pemasangan APK minimal 100 meter dari area publik semisal masjid maupun lokasi pendidikan. Sekarang aturan itu telah dihapus. Tapi secara etika kepatutan tetap tidak diperbolehkan memasang di dekat area umum, apalagi menggunakan fasilitas publik," tegas Hidayatur Rohman di Kantor Panwascam Kota Banyuwangi.

Fasilitas publik yang dilarang menurut perda adalah memasang APK di tiang listrik maupun telepon. 

Penindakkannya menjadi ranah Satpol PP selaku kepanjangan tangan dari pemerintah. 

Adapun APK yang diduga melanggar etika itu terlihat di sepanjang Jalan Ikan Paus Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Kota Banyuwangi.

Lokasi pertama terdapat di depan pintu gerbang SDN 2 Karangrejo. 

Baliho Partai Gerindra lengkap dengan foto salah satu calegnya menghiasi jalanan menuju Pulau Santen.

Titik kedua berada di dekat masjid Lingkungan Karanganom, Kelurahan Karangrejo. 

Spanduk PKB berisi caleg DPRRI Nihayatul Wafiroh terpasang di tiang listrik dan telepon dalam area lingkungan rumah ibadah.

"Disebut APK bila memenuhi tiga unsur pencitraan diri. Antara lain, memuat logo, nomor dan nama partai. Karena dalam baliho dan spanduk caleg di Jalan Ikan Paus memuat tiga unsur itu maka disebut APK dan tidak etis terpasang di situ," tandasnya.

Sementara, H Naufal Badri, mengaku kaget salah satu baliho yang memampang foto dan identitas partainya terpasang dekat area pendidikan. 

Karena titik pemasangan APK di lapangan tanpa sepengetahuannya.

"Itu memang banner ku tapi yang minta mereka (warga)," tepisnya saat dikonfirmasi. 

Pewarta : Hakim Said
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top