Seleksi Masuk PTN 2019 Punya Aturan Main Baru, Ini Penjelasannya

Konferensi pers Seleksi Masuk PTN 2019. (foto: Ristekdikti)
Konferensi pers Seleksi Masuk PTN 2019. (foto: Ristekdikti)

BANYUWANGITIMES, MALANG – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menetapkan kebijakan terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) Tahun 2019. Mulai 2019, Kemenristekdikti akan memberlakukan kebijakan di bidang seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dilaksanakan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

LTMPT merupakan lembaga nirlaba penyelenggara tes masuk perguruan tinggi (PT) bagi calon mahasiswa baru. Fungsinya mengelola dan mengolah data calon mahasiswa baru untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh rektor PTN dan melaksanakan ujian tulis berbasis komputer (UTBK).

“Tahun 2019 mendatang SMPTN diselenggarakan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi. Sistem pelaksanaannya pun berbeda. Kalau tahun sebelumnya peserta daftar dulu baru tes, maka ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilai tersebut dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri,” ungkap Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dikutip dari rilis di web Ristekdikti.

Nasir menyatakan, hanya ada satu metode tes pada pelaksanaan SBMPTN, yaitu ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dengan dua materi tes. Masing-masing tes potensi skolastik dan tes kompetensi akademik. Jadi, mulai tahun depan, metode ujian tulis berbasis cetak (UTBC) ditiadakan dan UTBK berbasis android sementara belum diterapkan lantaran masih dikembangkan.

Sementara, pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui tiga jalur. Yakni SNMPTN, SBMPTN, dan ujian mandiri. Masing-masing  daya tampungnya, SNMPTN minimal 20 persen, SBMPTN minimal 40 persen, dan seleksi mandiri maksimal 30 persen dari kuota daya tampung tiap prodi (program studi) di PTN.

Ketua Panitia SBMPTN 2018 Ravik Karsidi menyebutkan, peserta tes Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali dengan membayar uang pendaftaran UTBK sebanyak Rp 200 ribu pada setiap tes. Peserta dapat menggunakan nilai tertingginya dalam mendaftar program studi yang diinginkan pada dua kali UTBK. Jenis soalnya akan sama, namun pertanyaannya berbeda. Ia menyebutkan, hal ini bertujuan menjaring calon mahasiswa yang berkualitas serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital. (*)

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top