Dukung Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertanian dan Peternakan, Pelni Logistics Buka Gudang di Banyuwangi

Komisaris Utama Pelni Logistic, Harry Boediarto (kiri) dan Direktur Utama, Suharyanto melihat gudang baru Pelni Logistic di Banyuwangi
Komisaris Utama Pelni Logistic, Harry Boediarto (kiri) dan Direktur Utama, Suharyanto melihat gudang baru Pelni Logistic di Banyuwangi

BANYUWANGITIMES – Banyuwangi merupakan salah satu pemasok beberapa jenis buah dalam skala besar. Karena itu dibutuhkan sarana pendukung untuk membantu mendistribusikan dan memasarkan produk-produk ke wilayah yang menjadi pasar potensial. Dukungan ini juga diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di bidang peternakan dan pertanian.

Atas dasar kebutuhakn itulah, Pelni Logistics membuka gudang di Banyuwangi Jumat (5/10/18). Pelni Logistics merupakan branding dari PT. Sarana Bandar Nasional  yang merupakan anak perusahaan PT. Pelni. Gudang baru bertempat di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Gudang ini akan menjadi tempat penyimpanan barang sekaligus untuk transit distribusi barang sebelum dikirim ke tempat tujuan.

Direktur Utama PT. Sarana Bandar Nasional, Suharyanto, menyatakan, gudang Banyuwangi ini akan menjadi jembatan ekonomi Jawa timur, Bali dan Lombok khususnya untuk gudang kering. Ke depannya juga akan dibangun gudang cold storage. “Nanti kalau ada gudang cool akan kita kembangkan lagi,” ujarnya ditemui usai meresmikan gudang Banyuwangi.

Pihaknya ingin keberadaan gudang Banyuwangi ini bisa membantu pertumbuhan sektor pertanian dan peternakan yang ada di Banyuwangi. Sebab selama ini Banyuwangi dikenal dengan penghasil buah naga dan buah jeruk. “Yang memasarkan (produknya) tidak usah mencari, kami bisa, distribusinya kami,” tegasnya.

Ditambahkannya, hasil pertanian dan peternakan dari Banyuwangi bisa langsung dipasarkan ke seluruh Indonesia, karena jangkauan Pelni Logistics tidak hanya di Jawa melainkan seluruh Indonesia. Mulai kota-kota besar hingga wilayah bagian timur dan daerah terpencil yang bisa menjadi pasar potensial.

Suharyanto menyebut, Pelni Logisics lebih cepat karena didukung oleh 56 cabang yang ada di seluruh Indonesia. Selain itu ada puluhan armada yang dimiliki dengan di antaranya 26 kapal penumpang ,52 kapal perintis dan 8 kapal barang.

Dia mencontohkan, pihaknya bisa menjual ayam beku di Manukwari dengan harga yang sama dengan harga di Surabaya. Sebab dengan biaya gudang yang tidak mahal maka harga pokok juga tidak akan mahal. Karena pihaknya memiliki gudang cold storage yang baik di wilayah tujuan. Sehingga barang bisa bertahan lama. “Karena kita bisa menahan lama, kalau harus habis karena busuk bisa kita simpan lebih lama. Kita simpan di cold storage yang ada di tujuan. Sehingga harga masih bisa dijual dengan harga Surabaya,” ungkapnya.

Untuk memanfaatkan gudang Pelni Logistics ini, menurut Suharyanto diperlukan konsolidator. Dalam hal ini bisa dilakukan oleh pemda atau Badan Usaha Milik Desa. Untuk itu pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait.

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top