Keamanan Dibajak Peretas, Facebook Terpaksa Logout Puluhan Juta Akun

Klarifikasi pihak Facebook terkait 90 juta akun yang di log out (keluar akun) paksa, dilansir The Hacker News (foto : The Hacker News)
Klarifikasi pihak Facebook terkait 90 juta akun yang di log out (keluar akun) paksa, dilansir The Hacker News (foto : The Hacker News)

BANYUWANGITIMES, MALANG – Bagi kalian yang aktif di media sosial (medsos), sepertinya sudah tidak asing lagi dengan Facebook. Iya, layanan jejaring sosial yang memiliki pengguna lebih dari 2 miliar ini, memang menjadi salah satu favorit bagi seseorang untuk mengexplore dirinya di dunia maya. Namun apa jadinya jika sistem keamanan yang dirancang sekedemikian rupa oleh Facebook, nyatanya masih bisa diretas (bajak) oleh hacker (pelaku peretas).

Seperti yang dilansir pada situs The Hacker News Jumat (28/9/2018) lalu. Situs tersebut menjelaskan klarifikasi pihak Facebook terkait 90 juta akun yang dipaksa log out (keluar akun) dan di-restart (mengulang kembali) secara paksa oleh jejaring sosial yang berdiri sejak 2004 ini.

Langkah ini diambil oleh Facebook setelah mereka sadar bahwa tiga sistem keamanannya sudah dibajak sejak Rabu (26/9/2018) lalu. Akibat aksi peretas yang hingga kini belum diketahui identitasnya ini, pereyas mencuri sedikitnya 50 juta user pengguna Facebook.  

Apa yang dilakukan pelaku peretasan ini terbilang ahli. Sebab hacker tersebut bisa masuk ke akun seseorang tanpa memasukkan email dan password (kata sandi). Atau dalam teknologi informasi dikenal dengan istilah kunci digital. Perlu diketahui, jika seseorang mencoba masuk dengan paksa terhadap user Facebook, maka secara otomatis akan menampilkan pemberitahuan gagal, dan harus mengulang beberapa kali. 
Jika masih gagal, maka secara otomatis akan terdeteksi. Namun dengan kunci digital ini, para peretas bisa langsung login (masuk akun) walau tanpa menulis kata sandi.

Seolah kebakaran jenggot menangani ulah hacker tersebut. Jejaring sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg ini, memilih jalan pintas dengan melakukan log out dan restart secara paksa 90 juta user. Dimana 50 juta di antaranya sudah dipastikan dibajak, sedangkan 40 juta sisanya masih diduga terindikasi diretas.

"Kami menanggapi dengan serius dan ingin memberitahukan semuanya apa yang terjadi dan menangani hal ini secepat mungkin untuk melindungi keamanan pengguna," rilis Facebook seperti yang dilansir The Hacker News.

"Sebagai hasilnya, sekitar 90 juta harus login kembali ke Facebook atau akun lainya yang login menggunakan Facebook, dan setelah login kembali pengguna akan mendapatkan notifikasi pada bagian teratas news feed (konten) yang menjelaskan apa yang terjadi," sambung Facebook.

Tidak hanya itu saja, pada fitur (menu) View As terpaksa dinonaktifkan sementara waktu. Namun demikian, belum bisa dipastikan apakah user yang dibajak tersebut, disalahgunakan para peretas untuk berbagai kepentingan. Tapi jika melihat dampak dari kejadian ini, pelaku bisa memanfaatkan akun milik orang lain seperti pada umumnya. Mulai dari menulis status, memposting foto, dan menambah pertemanan. Atas insiden ini, Facebook juga melaporkan kepada pihak berwajib

Kejadian seperti itu bukan kali pertama terjadi,  sebanyak 87 juta data pengguna Facebook juga pernah dibajak. Tujuannya untuk membantu Donald Trump memenangkan pemilihan prsiden Amerika pada 2016 silam. Pristiwa ini dikenal dengan istilah Cambridge Analytica.

Akibatnya, publik dibuat geram. Bahkan menuntut kepada parlemen di Negeri Paman Sam tersebut, untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak Facebook. Dampak dari Cambridge Analytica itu, membuat warga Amerika meragukan sistem pengelolaan data pribadi setiap penggunanya.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Aditya Fachril Bayu Anandhika
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top