Ini Kisah Atlet ISSI Saat Hindari Bencana Tsunami Palu

Atlet ISSI Kota Malang sebelum terjadi bencana alam di Palu (istimewa)
Atlet ISSI Kota Malang sebelum terjadi bencana alam di Palu (istimewa)

BANYUWANGITIMES, MALANG – Cerita perjuangan menyelamatkan diri yang dialami tiga atlet ISSI Kota Malang saat gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah sungguh menegangkan. Mereka para atlet sepeda Kota Malang harus bersusah payah berlarian ke hutan untuk menghindari tsunami.

Kejadian tersebut tepatnya hari Jumat (28/9/2018) saat gempa berkekuatan magnitudo 7.7 mengguncang daerah Sulawesi Tengah, yaitu Kabupaten Donggala dan Kota Palu.

Mengetahui kejadian bencana alam tersebut, Binpres ISSI Kota Malang, Sugeng Prihartono mengaku sempat khawatir karena lost contact.

"Saat itu handphone tidak ada yang bisa dihubungi, tapi kami melihat salah satu postingan facebook dari Ismail kalau mereka (atlet) lari ke hutan, dan tidak ada masalah," ungkap Tono, sapaan akrab Sugeng Prihartono.

Saat ini Tono sedang getol komunikasi agar atletnya dapat pulang ke Kota Malang dengan selamat. "Kami masih terus berusaha menghubungi pihak disana (Makassar). Semoga hari ini atau besok bisa di Malang," jelasnya.

Para atlet ISSI Kota Malang ini datang ke Palu untuk mengikuti Down Hill Palu Nomoni Selena 2018 pada 28-30 September. Karena kejadian bencana tersebut, mereka pun harus kembali pulang. Kini, mereka sedang dievakuasi ke Makassar. Selanjutnya akan diterbangkan ke Bandara Juanda. 

 

 

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : A Yahya
Publisher : Super Administrator
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top