Minta Restu Ulama, Prabowo Subianto Sambangi Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi

Capres Prabowo Subianto saat tiba di Ponpes Darussalam Blokagung seusai dikalungi sorban oleh Kiai Hisyam Safaat
Capres Prabowo Subianto saat tiba di Ponpes Darussalam Blokagung seusai dikalungi sorban oleh Kiai Hisyam Safaat

BANYUWANGITIMES – Mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto mengunjungi Ponpes Darussalam di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.

Karena Capres yang berpasangan dengan Cawapres Sandiaga Uno ini memandang restu tokoh masyarakat dan ulama dia butuhkan untuk maju dalam Pilpres 2019.

"Demokrasi ada di tangan rakyat. Siapapun yang ingin berkuasa harus minta izin kepada rakyat, karena ini demokrasi," ucap Prabowo saat bersilaturahmi di ponpes asuhan Kiai Hisyam Syafaat, Senin (10/9/18). 

Meminta izin kepada rakyat sangatlah berat. Karena luas Indonesia sama dengan Benua Eropa. Prabowo mengasumsikan Indonesia sama dengan luas 27 negara di Benua Biru. 

"Makanya berat jika minta izin ke seluruh rakyat Indonesia. Saya dekat dengan ulama sejak menjadi prajurit. Prajurit selalu dekat dengan ulama. Prajurit dekat dengan pendeta dan prajurit yang beragama Hindu juga dekat dengan pedanda," lontarnya. 

Prabowo tiba di Ponpes Darussalam sekitar pukul 09.45 WIB disambut ribuan santri. Ketua Umum Partai Gerindra ini dikalungi surban hijau oleh KH Hisyam Syafaat. Keduanya kemudian berjalan beriringan memasuki ruang kasepuhan Ponpes Darussalam. 

"Monggo silahkan masuk. Ini Ponpes kami yang ada di pelosok," ujar Kiai Hisyam. 

Di depan para santri, Prabowo menyemangati generasi muda untuk terus berjuang meraih cita-cita. Dia bahkan menyetel pidato Bung Tomo saat membakar semangat masyarakat Surabaya melawan penjajah. 

"Ini yang sering saya bawa untuk membakar semangat anak muda agar berjuang. Kalau di ponpes kata Pak Kiai tadi belajar miskin. Nanti jika berhasil pasti tidak akan lupa dengan nasibnya terdahulu," ungkapnya disaksikan Fuad Bawazir dan H Sumail Abdullah yang duduk di bawah mimbar.

Prabowo juga bercerita bagaimana semangat warga Jawa Timur di Surabaya dalam mengusir penjajah Inggris dan Belanda. Meski diultimatum, perjuangan arek-arek Surabaya tak gentar. Prabowo kemudian bertanya kepada salah santri arti kata ultimatum. 

"Ayo siapa yang tahu arti kata ultimatum. Silahkan maju," ujarnya. 

Ajakan itu disambut salah satu santri yang maju mendekati calon presiden yang bakal bersaing dengan Jokowi. Hamdan, salah satu santri kemudian menjawab singkat "peringatan". Prabowo kemudian mengapresiasi keberanian Hamdan menjawab pertanyaannya tersebut. 

"Itulah, saya salut dengan warga Jawa Timur. Mereka selalu berani dalam segala hal. Kunci keberhasilan adalah keberanian. Berani memulai berani melakukan tugas apapun,” pujinya disambut applaus ribuan santri ponpes Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi.

Pewarta : Hakim Said
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top