Journalist Camp 2018, Dinas Pendidikan Gandeng Media Online MalangTIMES (3)

Generasi Milineal, Yuk Jadi Pejuang Kekinian Melalui Gadget

Pimpinan Redaksi JatimTIMES Network, Heryanto saat menyampaikan materi tentang bijak memanfaatkan media digital di hadapan peserta Journalist Camp 2018 di Aula Dinas Pendidikan Kota Malang (Wahida Rahmania/MalangTIMES).
Pimpinan Redaksi JatimTIMES Network, Heryanto saat menyampaikan materi tentang bijak memanfaatkan media digital di hadapan peserta Journalist Camp 2018 di Aula Dinas Pendidikan Kota Malang (Wahida Rahmania/MalangTIMES).

BANYUWANGITIMES, MALANG – Menjadi generasi milineal yang paham dengan perkembangan informasi, tentunya harus bijak dong ya saat mengolah informasi yang kita dapat. Karena pasti nggak keren jika ternyata informasi yang disebar adalah hoax alias tidak benar.

Untuk mengenali sebuah informasi yang kita dapat itu adalah benar atau hoax, tentunya ada berbagai cara yang bisa dilakukan. Paling sederhana, kenali dulu jenis kalimat yang digunakan. Terutama kalimat yang selalu dibuat heboh dengan berbagai tanda seru. Kebanyakan, informasi tersebut disebar luaskan melalui media sosial dan bertujuan untuk bersenang-senang saja.

"Seperti di Instagram dan Facebook misalnya. Banyak infomasi dengan kalimat membesar-besarkan tapi kenyataanya tak begitu. Kita jangan ikut-ikutan share yang seperti itu," terang Pimpinan Redaksi JatimTIMES Network, Heryanto saat menjadi pemateri dalam kegiatan Journalist Camp 2018 yang diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan Kota Malang, Jumat (7/9/2018).

Menjadi pengguna media sosial yang bijak dan tak sekedar menyebar isu bohong itu menurut Heryanto merupakan cara yang tepat bagi generasi milineal untuk menjadi pejuang masa kini. Karena tulisan sejak dulu hingga sekarang merupakan upaya yang paling ampuh dari sebuah perjuangan.

"Kalau kita ingat, ada banyak pejuang Indonesia yang awalnya bergerak melalui tulisan. Dan melalui tulisan yang disebar luaskan melalui media massa itu, pesan perjuangan kemerdekaan bisa tersampaikan," imbuhnya.

Lebih jauh dia menyampaikan jika media massa sebagai penyebar informasi selalu berevolusi. Dari tahun ke tahun terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Mulai dari yang memanfaatkan media daun, kertas, audio, hingga visual. Kini, sudah banyak berkembang media digital. Di mana berita dapat dilihat hanya dengan genggaman gadget.

Bahkan di era yang serba terbuka seperti sekarang, siapapun bisa menjadi seorang wartawan dan jurnalis. Karena siapapun dapat menulis dan menyampaikan pesan itu melalui media sosial. Tentunya, sebuah pesan yang disampaikan itu akan memberi banyak pengaruh.

Dia pun mengimbau agar para generasi muda lebih peka dan kritis saat membaca, melihat, atau mendengar sebuah informasi. Tentunya dengan menyaring informasi yang didapat sebelum akhirnya turut mengabarkan.

"Daripada ikut-ikutan menyebar informasi yang belum pasti, lebih baik belajar menulis atau membuat vlog tentang potensi yang ada di sekitar rumah kita. Atau lebih bagus lagi menuliskan apa yang diajarkan di sekolah di media sosial. Daripada membuat status galau, kan itu sangat tidak penting," imbuh pria yang sudah belasan tahun berkecimpung di dunia jurnalistik itu.

Hery menyampaikan, tulisan sejak dari dulu merupakan senjata paling ampuh dari sebuah perjuangan dan membawa perubahan. Dia pun mencontohkan beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia yang mengawali karirnya melalui tulisan dan berprofesi sebagai jurnalis.

"Seperti Ki Hadjar Dewantara. Beliau salah satu tokoh kebangsaan dan penulis ulung. Tulisannya di beberapa media massa saat itu mampu menggerakkan masyarakat Indonesia untuk meraih kemerdekaan," tambahnya lagi.

Sejauh ini, lanjutnya, aturan terkait pola menyebarluaskan berita dan informasi di media sosial atau digital pun kembali diperketat dengan undang-undang. Maka sudah seharusnya para pengguna media sosial lebih teliti dan bijak dengan apa yang akan mereka sampaikan.

Journalist Camp yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Malang dan menggandeng MalangTIMES ini diikuti oleh puluhan siswa dan siswi SMP se Kota Malang. Para peserta pun diajak lebih bijak mengolah informasi dan menjadi jurnalis kekinian.

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top