Inilah Pembuatan Pupuk Kascing yang Memiliki Unsur Hara Sangat Lengkap

Petugas dari Dinas Pertanian Banyuwangi mengunjungi lokasi pondok pengembangan kascing.
Petugas dari Dinas Pertanian Banyuwangi mengunjungi lokasi pondok pengembangan kascing.

BANYUWANGITIMES – Perkebunan Kali Selogiri PTPN XII tidak hanya mampu memproduksi pupuk organik dari bahan kulit kopi. Kebun yang sudah berdiri sejak tahun 1921 ini juga mampu membuat pupuk organik yang berasal dari kotoran cacing. Penggunaan pupuk organik ini juga telah mendapatkan apresiasi dari pemerintah.

Pupuk ini dinamankan pupuk kascing. Nama kascing merupakan kependekan dari bekas cacing. Pupuk ini juga diproduksi secara mandiri Kebun Kali Selogiri. Bahan bakunya adalah pupuk kandang yang berasal dari kotoran ternak yang dipelihara di sekitar kebun Kali selogiri.

Proses pembuatan pupuk kascing ini sangatlah mudah. Bahan dasar pupuk kandang basah sebanyak 15 kg, diberikan cacing jenis lumbricus rubellus sebanyak 200 gram. Pupuk kandang yang sudah dicampur cacing kemudian dibiarkan selama 2 minggu. 15 kg pupuk kandang yang diproses akan menghasilkan kurang lebih 7,5 kg pupuk kascing “Setelah dua minggu pupuk Kascing sudah siap digunakan,” kata Manajer Kebun Kali Selogiri, Benny Hendricrianto.

Benny menambahkan, saat ini Kebun Kali Selogiri memiliki 14 pondok untuk pembuatan pupuk kascing. Satu pondok bisa memproses 600 karung pupuk kandang dengan berat masing-masing karung 15 kg. Setiap harinya ada satu pondok pupuk kascing  yang bisa dipanen. Sehingga produksi harian pupuk kascing mecapai 4,5 ton. “Setelah pupuk kascing dipanen, cacing bisa dipindahkan ke pupuk kandang yang baru,” ujar pria yang hobi memelihara burung berkicau ini.

Produksi pupuk kascing ini, lanjut Benny, sejauh ini hanya digunakan untuk internal kebun. Sebab jumlah itu masih belum mencukupi seluruh kebutuhan pupuk Kebun Kali Selogiri. Meski demikian produksi pupuk kascing dan pupuk organik dari kulit kopi sangat membantu meningkatkan kesuburan lahan dan produktivitas tanaman.

Pupuk kascing ini, menurut Benny, memilik unsur hara yang sangat lengkap. Sehingga seluruh kebutuhan nutrisi dan makanan yang dibutuhkan tanaman seluruhnya bisa terpenuhi. Hanya saja, meskipun unsur haranya lengkap namun  kadarnya tidak setinggi pupuk unorganik. “Namun setidaknya jika pasokan pupuk organik tersendat kami masih tetap bisa melakukan  pemupukan dengan menggunakan pupuk kascing ini,” ungkapnya.

Keberhasilan Kebun Kali Selogiri mengembangkan dan menerapkan pupuk kascing ini mendapatkan apresiasai dari pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Dinas Pertanian Banyuwangi bahkan sudah datang untuk melihat langsung proses pembuatan dan hasil penerapannya pada tanaman. “Dinas Pertanian sudah datang langsung melihat ke lokasi pembuatan kascing,” pungkas Benny. (*)

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top