Ikut saat Debt Collector Rampas Mobil Wanita, Oknum Polisi Banyuwangi Dilaporkan ke Polda Jatim

Video saat debt collector dan oknum anggota polisi sedang melakukan upaya perampasan mobil. Honda Mobilio saat diangkut paksa dengan derek oleh petugas PT Mandiri Tunas Finance dari Pos KTL Karangente Banyuwangi.
Video saat debt collector dan oknum anggota polisi sedang melakukan upaya perampasan mobil. Honda Mobilio saat diangkut paksa dengan derek oleh petugas PT Mandiri Tunas Finance dari Pos KTL Karangente Banyuwangi.

BANYUWANGITIMES – Dugaan tindak pidana perampasan sebuah unit mobil Honda Mobilio nopol P 1859 X yang terjadi di pos kawasan tertib lalu lintas (KTL) Karangente, Banyuwangi, pada 20 Juli 2018 lalu berbuntut panjang. Pasalnya sang debitur yang bernama Nurul Cholifah (45) meradang dan tidak terima diperlakukan semena-mena oleh debt collector PT Mandiri Tunas Finance yang saat itu bersama beberapa oknum aparat Polres Banyuwangi.

Hingga Senin (6/8/18) kemarin, wanita yang tinggal di Perumahan Kertosari 7 Kelurahan Kertosari, Banyuwangi, itu pun mengusung laporan ke Mapolda Jawa Timur. Saat di mapolda, tidak tanggung tanggung,  Nurul melaporkan dua perkara. Pertama, wanita berkerudung asal Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, ini melaporkan delik perampasan mobilnya yang dilakukan oleh Rojik  dkk, debt collector finance cabang Jember. Kedua, Nurul mengadukan keterlibatan oknum anggota Polres Banyuwangi ke kabid propam Polda Jatim karena dianggap tidak netral dan terkesan ikut-ikutan "macak" jadi debt collector. 

"Ini tanda bukti lapor saya tentang perampasan mobil Honda Mobilio oleh debt collector PT Tunas Mandiri Finance Cabang Jember dan tanda terima pengaduan oknum anggota polres di propam Polda Jatim," ujarnya sembari menunjukkan dua lembar kertas tersebut kepada media ini (8/8/18). 

Saat di Mapolda Jatim, Nurul mengaku sudah menjawab dan menerangkan puluhan pertanyaan yang dilontarkan oleh tim reskrim Mapolda Jatim. Puluhan pertanyaan tersebut dijawab sesuai fakta di lapangan tanpa dia tutup-tutupi. "Termasuk bukti rekaman video saat kejadian perampasan mobil juga sudah saya serahkan kepada penyidik, Mas," tandasnya.

 

 

Di Mapolda Jatim, Nurul mengaku diterima dengan baik oleh petugas. Bahkan segala sesuatu hal yang kurang kelengkapannya, semuanya juga dibantu petugas mapolda untuk memenuhi persyaratan laporan dan pengaduannya. "Alhamdulillah, saya merasa saat di Mapolda Jatim benar benar mendapat perlindungan dan pengayoman sebagaimana mestinya. Saya apresiasi banget para polisi yang bertugas di Polda Jatim. Terima kasih atas pelayanan yang telah diberikan dan yang pasti saya tunggu tindak lanjutnya," cetus Nurul lagi. 

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman yang dikonfirmasi melalui Kabag Ops Kompol Samsodin terkait pola pendampingan yang seharusnya dilakukan oleh anggotanya namun tidak sesuai pelaksanaan di lapangan sebagaimana dalam video yang dikirimkan media ini mengaku akan segera memberikan jawaban. "Sebentar Mas, saya masih ada acara. Nanti ya," jawabnya melalui sambungan seluler,  Rabu (8/8/18) sore. Namun hingga Kamis (9/8/18) pagi, dan berita ini ditayangkan, Kabag Ops Kompol Samsodin tak kunjung memberikan jawaban. (*) ?

Pewarta : Hakim Said
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top