Empat Ribu Lebih Koperasi di Jawa Timur Tidak Sehat

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur Mas Purnomo Hadi. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur Mas Purnomo Hadi. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

BANYUWANGITIMES, MALANG – Empat ribu lebih koperasi di Jawa Timur saat ini dinyatakan dalam kondisi tidak sehat. Angka itu mencapai 15 persen dari total koperasi di Jawa Timur (Jatim) yang mencapai 31.779 koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKMK Provinsi Jawa Timur Mas Purnomo Hadi menyebut, koperasi yang tak sehat itu kebanyakan dikarenakan kesulitan dalam modal dan pengelolaan. Salah satu permasalahannya adalah pada sumber daya manusia (SDM) yang belum mumpuni. "Dari sekitar 31 ribu koperasi yang ada, baru 30 persen saja pengurus yang bersertifikasi," katanya kepada wartawan saat berkunjung ke Kota Malang belum lama ini.

Peraturan Menteri Koperasi UKM RI Nomor 15/Per/M.UKM/IX/2015 pasal 13 ayat 5 tentang usaha simpan pinjam menyebut bahwa pengelola koperasi wajib memiliki sertifikasi standar kompetensi yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi profesi yang telah mendapat lisensi sesuai peraturan perundang-undangan. Karena itu, Hadi mendorong seluruh pengurus koperasi untuk bersertifikasi. "Kami dorong agar setiap tahunnya bertambah yang memiliki sertifikasi," ujarnya.

Sementara untuk koperasi yang masuk dalam kategori tidak sehat, Hadi memilih untuk memberikan pembinaan. Namun jika tak dapat diselamatkan, koperasi itu diminta untuk segera ditutup sehingga tak berimbas pada koperasi lain.

Kesehatan koperasi, menurut Hadi, berimbas pada tingkat kepercayaan anggota dan masyarakat umum terhadap koperasi itu. Ketika banyak koperasi yang tutup lantaran kekurangan modal atau carut-marutnya manajemen, maka bukan tidak mungkin masyarakat akan pindah memanfaatkan lembaga perekonomian lain.

Lebih jauh dia berharap perekembangan koperasi nantinya dapat mendorong produksi dari sektor UMKM di Jatim untuk naik kelas. Sebab, 90 persen UMKM di Jatim saat ini masih bergerak dalam sektor mikro dan terus diupayakan naik kelas menjadi skala kecil dan menengah. "Penguatan pembiayaan dan peningkatan kualitas produk sudah saatnya dilakukan," pungkas Hadi. (*)

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top