Viral, Gus Nur Dorong Ustadz Abdul Somad Jadi Cawapres. Simak Video Berikut Ini

Pendakwah Sugi Nur Raharja alias Gus Nur (foto via YouTube)
Pendakwah Sugi Nur Raharja alias Gus Nur (foto via YouTube)

BANYUWANGITIMES, MALANG – Penceramah Sugi Nur Raharja alias Gus Nur kembali membuat heboh jagad dunia maya. Bukan karena pernyataannya yang dianggap menentang pemerintah. Kali ini ia justru mendukung langkah pendakwah maju di kancah politik. Dia menyampaikan melalui video berdurasi 15 menit 13 detik. Gus Nur secara terang-terangan mendukung pencalonan Ustadz Abdul Somad sebagai calon wakil presiden (cawapres). 

Diunggah di YouTube, pesan Gus Nur kepada Ustadz Abdul Somad sudah ditonton lebih dari 166.000 pasang mata. Dan berikut petikan pernyataan Gus Nur yang dirangkum MalangTIMES. 

"Secara tidak langsung video ini saya tujukan untuk Ustadz Abdul Somad. Kalau antum lihat video ini mudah-mudahan memberikan volume kecil untuk qalbu antum. Informasi yang masuk banyak orang secara intensif melobi antum. Agar supaya antum tetap maju sebagai cawapres. Dan selama ini antum menolak. Saya yakin Anda tahu bahwa kafir harbi, liberal, sekurel, LGBT (lesbian, gay, bisexual, dan transgender), koruptor atau semua pihak yang menguras kekayaan negara diam-diam jadi musuh negara. Partai-partai menista agama dari dalam dan luar negeri yang selama ini menghancurkan Indonesia. Mereka panik. Mereka ketakutan kalau sampai antum mau menjadi cawapres. Termasuk rezim pak Jokowi dan kroni-kroninya. Dan mereka akan melakukan berbagai macam cara agar Ustadz Somad tidak menjadi cawapres," kata pendakwah kelahiran 11 Februari 1974 ini. 

Gus Nur mengatakan upaya pihak-pihak yang ingin mengagalkan Somad menjadi cawapres dilakukan melalui kata-kata diplomasi. "Contohnya ini Ustadz Abdul Somad ini ulama yang baik. Ulama yang rahmatan lil 'alamin. Dipuji-puji antum Ustadz. Hatinya baik, hatinya suci. Makanya, Ustadz Abdul Somad tidak akan mau maju menjadi cawapres. Itulah salah satu diplomasi yang umum. Mereka akan melakukan berbagai macam cara agar antum tidak menjadi cawapres," ungkap pria yang juga dikenal sebagai penulis itu.

"Sadar atau tidak umat dan ulama. Bahkan non-muslim sekali pun. Asalkan di dalam hatinya dan pikirannya ada kesucian. Yang lama hidup di Indonesia. Minum airnya Indonesia, mencari nafkah di Indonesia, menghirup udara Indonesia. Tidur dan tinggal di Indonesia. Sudah jadi orang Indonesia. Tidak ada kepentingan apa-apa. Maka saya yakin dia akan mendukung dan bahagia kalau antum mau menjadi cawapres. Duet Pak Prabowo dan antum adalah solusi obat yang mujarab. Di satu sisi antum ditakuti, dan di satu sisi antum harapan umat, harapan ulama," lanjutnya. 

"Antum mundur. Tapi saya yakin hati orang masih bolak-balik. Walaupun antum menolak dengan halus. Insya Allah masih ada waktu. Saya mewakili umat ya Ustadz Abdul Somad. Saya bukan orang yang suka memaksa antum. Tapi ini suara umat, suara ulama. Mudharat dan manfaatnya untuk kondisi saat ini insya Allah akan banyak manfaat kalau antum maju. Mudahan-mudahan antum akan mematahkan hukum kalau saya boleh lebai karna itu. Itu patah kalau antum bisa masuk kesana. Bahwa ada ulama, orang yang pintar agama yang masuk ke dalam sistem dan terbukti sistemnya yang bersih. Masuk dalam istana dan Alhamdulillah istananya bersih," ujar dia. 

Sementara itu, Ustadz Abdul Somad memberikan sinyal menolak maju sebagai calon wakil presiden. Saat mengisi ceramah di auditorium Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Somad enggan turun di kancah politik.

"Doakan Ustadz Somad istiqomah jadi ustadz sampai mati. Bahwa ada para ulama ijtimak, kiai dan santri beri rekomendasi kita hormati. Kita muliakan. Biarkan saya fokus pada dakwah dan pendidikan saja," kata Somad pada Senin (31/7/2018).

Meski begitu banyak tokoh mendorong Somad menjadi cawapres yang akan maju bersama Prabowo Subianto. Tokoh-tokoh itu diantaranya Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, dan pendakwah Ustadz Arifin Ilham. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top