Skandal Tes IQ MAN

Ketua Asosiasi MAN Bantah Tudingan Ada Bisnis Dibalik Test IQ Siswa, Begini Penjelasanya

Ketua Asosiasi MAN Se Jawa Timur Slamet Riyadi / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Ketua Asosiasi MAN Se Jawa Timur Slamet Riyadi / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

BANYUWANGITIMES, TULUNGAGUNG – Mendapat tudingan miring tentang Cash Back dana test IQ (Intelligence Quontient) bagi siswa Madrasah Aliyah, ketua Asosiasi MAN se Jawa Timur yang juga kepala MAN 1 Tulungagung Slamet Riyadi membantah. Slamet menegaskan jika asosiasi tidak pernah memaksa dana sebesar Rp 100 ribu per siswa dari total siswa yang ikut tes IQ yang dicash back dari pihak penyelenggara dipastikan masuk ke asosiasi
"Tidak benar, kita tidak pernah memaksa sekolah yang masuk asosiasi harus setor. Bahkan banyak sekolah yang telah selesai melakukan test IQ tidak menyetor uang ke asosiasi," kata Slamet di ruang kerjanya

Menurut Slamet, memang benar jumlah anggota asosiasi MAN se Jawa Timur sekitar 29 sekolah, namun yang aktif hanya sekitar 12 MAN dan jika mendapatkan Cash back dari penyelenggara tes IQ itu diberikan ke pihak sekolah, bukan ke asosiasi.
"Jadi urusan pihak penyelenggara tes itu dengan sekolah, asosiasi tidak pernah tahu aliran dana yang dikatakan Cash back itu," paparnya

Selama ini memang asosiasi sering menyelenggarakan kegiatan dan koordinasi, karena jarak yang jauh maka asosiasi membantu transport atau operasional yang dibutuhkan.
"Jika yang seperti (operasional) itu kan wajar, kadang rapat di Malang. Tapi jika dikatakan untuk ke Luar Negeri itu saya pastikan tidak ada. Itu tidak benar," jelasnya.

Test IQ yang diselenggarakan ini memicu kecurigaan bagi kalangan internal pendidik di MAN 2 Tulungagung. Dari informasi yang dihimpun Tulungagung TIMES, sekolah dianggap memanfaatkan tes IQ untuk memperoleh tambahan dana dari siswa dan keperuntukannya dianggap trasnparan
"Jadi siswa yang sudah diterima ini diminta dana sebesar 100 ribu untuk tes IQ, dana itu yang digunakan untuk tes sebesar 80 ribu rupiah," kata sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya

Dana sebesar 100 ribu per siswa itu menurutnya digunakan tes yang diselenggarakan oleh pihak ketiga yakni universitas yang ditunjuk sebesar Rp 80 ribu.
"Besaran dana per siswa ini yang disetor ke penyelengga Rp 80 ribu. Kemudian penyelenggara ini juga memberikan Cash Back ke sekolah sebesar Rp 20 ribu," jelasnya sambil menunjukkan broadcast dengan pajak penyelenggara

Dalam broadcast tersebut disepakati jika biaya Rp 80 ribu akan dikembalikan lagi Rp 20 ribu dengan alokasi dana Rp10 ribu ke sekolah dan Rp 10 ribu lagi untuk diberikan pada Asosiasi MAN se Jawa Timur.

Informasi tersebut juga mengkritisi jumlah Rp 10 ribu rupiah tidak seberapa jika hanya dari 1 sekolah, namun jika Rp 10 ribu dikumpulkan dari 29 sekolah anggota asosiasi maka dipastikan jumlahnya sangat besar karena setiap sekolah Aliyah rata-rata jumlah siswa yang wajib tes IQ sebanyak 400 an siswa.
"Hampir tiap tahun para anggota asosiasi ini "nglencer" ke luar negeri, terakhir ke Thailand. Bisa jadi sumber dana yang semacam ini karena selama ini asosiasi tidak transparan," katanya

Tes IQ yang dimaksudkan untuk mencari bibit unggul dan masuk dalam kelas khusus akselerasi dan hanya menempuh pendidikan selama 2 tahun. "Ini penting untuk mengetahui seberapa kemampuan siswa baru, kemudian yang mendapatkan nilai 120-125 ke atas maka akan masuk dalam kelas akselerasi," kata Kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Tulungagung Miftakhurohmah

Dasar untuk mengikuti tes IQ bagi tiap siswa baru di Madrasah Aliyah menurut Mifta sudah diatur dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan. Untuk MAN 2, Mifta mengaku jika seharusnya untuk tes IQ dibiayai dana Dipa (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran), namun karena tahun ini tidak mendapatkan anggaran yang diharapkan maka pihaknya memutuskan untuk meminta partisipasi siswa sebesar Rp 100 ribu .
"Kita sudah musyawarahkan dengan komite dan keputusannya untuk tes IQ ini dibiayai siswa," papar Mifta yang juga merupakan ketua Pengurus Muslimat Kabupaten Tulungagung itu

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top