Skandal Tes IQ MAN

Test IQ Bagi Siswa MAN di Tulungagung Disoal, Sekolah Dianggap Cari Sumber Dana, Benarkah?

MAN 2 Tulungagung, test IQ meminta dana partisipasi 100 ribu per siswa / Anang Basso / Tulungagung TIMES
MAN 2 Tulungagung, test IQ meminta dana partisipasi 100 ribu per siswa / Anang Basso / Tulungagung TIMES

BANYUWANGITIMES, TULUNGAGUNG – Untuk kepentingan penjurusan dan mengetahui potensi siswa, setiap siswa yang diterima di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kabupaten Tulungagung diwajibkan mengikuti Tes IQ (Intelligence Quontient). Tes IQ juga dimaksudkan untuk mencari bibit unggul dan masuk dalam kelas khusus akselerasi dan hanya menempuh pendidikan selama 2 tahun.

"Ini penting untuk mengetahui seberapa kemampuan siswa baru, kemudian yang mendapatkan nilai 120-125 ke atas maka akan masuk dalam kelas akselerasi," kata Kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Tulungagung Miftakhurohmah.

Dasar untuk mengikuti tes IQ bagi tiap siswa baru di Madrasah Aliyah menurut Mifta sudah diatur dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan. Untuk MAN 2, Mifta mengaku jika seharusnya untuk tes IQ dibiayai dana Dipa (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran), namun karena tahun ini tidak mendapatkan anggaran yang diharapkan maka pihaknya memutuskan untuk meminta partisipasi siswa sebesar 100 ribu Rupiah.

"Kita sudah musyawarahkan dengan komite dan keputusannya untuk tes IQ ini dibiayai siswa," papar Mifta yang juga merupakan ketua Pengurus Muslimat Kabupaten Tulungagung itu

Senada dengan kepala sekolah MAN 2, Kepala MAN 1 Tulungagung Slamet Riyadi mengatakan jika tes IQ memang diwajibkan sesuai dengan program Sistem Kredit Semester (SKS) untuk memilih siswa yang cerdas istimewa.

"Dasarnya permendikbud 158 nomer 2014, jika terpilih akan masuk dalam program kelas 2 tahun dan termasuk siswa dengan kualitas cerdas istimewa itu," kata Slamet

Hal tersebut menurut Slamet juga sesuai dengan petunjuk teknis yang diatur oleh SK Dirjen tentang kriteria siswa aksel yang hanya menempuh pendidikan di sekolah selama 2 tahun.

"Untuk MAN 1, kita dapat anggaran pemerintah atau DIPA, jadi tidak ada dana iuran dari siswa karena jauh hari kita telah merencanakan kebutuhan dana pendidikan dan kita ajukan ke pemerintah," terangnya

Untuk MAN 1 jumlah siswa yang diterima tahun 2018 sebanyak 384 terdiri 11 kelas termasuk kelas Akselerasi. Sedangkan untuk MAN 2 jumlah siswa yang diterima 424 siswa dengan jumlah rombel 11 plus 1 rombel aksel.

Test IQ yang diselenggarakan ini memicu kecurigaan bagi kalangan internal pendidik di MAN 2 Tulungagung. Dari informasi yang di himpun Tulungagung TIMES, sekolah dianggap memanfaatkan tes IQ untuk memperoleh tambahan dana dari siswa dan keperuntukannya dianggap trasnparan"Jadi siswa yang sudah diterima ini diminta dana sebesar 100 ribu untuk tes IQ, dana itu yang digunakan untuk tes sebesar 80 ribu rupiah," kata sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya

Dana sebesar 100 ribu per siswa itu menurutnya digunakan tes yang diselenggarakan oleh pihak ketiga yakni universitas yang ditunjuk sebesar 80 ribu rupiah.

"Besaran dana per siswa ini yang disetor ke penyelengga 80 ribu rupiah, kemudian penyelenggara ini juga memberikan Cash Back ke sekolah sebesar 20 ribu," jelasnya sambil menunjukkan broadcast dengan pajak penyelenggara

Dalam broadcast tersebut disepakati jika biaya 80 ribu rupiah akan dikembalikan lagi Rp 20 ribu dengan alokasi dana 10 ribu ke sekolah dan 10 ribu lagi untuk diberikan pada Asosiasi MAN se-Jawa Timur.

Informasi tersebut juga mengkritisi jumlah Rp 10 ribu rupiah tidak seberapa jika hanya dari 1 sekolah. Namun jika Rp 10 ribu di kumpulkan dari 29 sekolah anggota asosiasi maka dipastikan jumlahnya sangat besar karena setiap sekolah Aliyah rata-rata jumlah siswa yang wajib tes IQ sebanyak 400 an siswa.

"Hampir tiap tahun para anggota asosiasi ini "nglencer" ke luar negeri, terakhir ke Thailand. Bisa jadi sumber dana yang semacam ini karena selama ini asosiasi tidak transparan," pungkasnya

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top