Wanita Penjual Baju Online Dilecehkan, Pembeli Minta Foto Bagian Tubuh Terlarang

Ilustrasi
Ilustrasi

BANYUWANGITIMES, TULUNGAGUNGMenjual barang melalui media sosial (medsos) cukup banyak mengundang risiko. Selain masalah pembayaran yang menjadi keluhan, ternyata banyak juga jual beli online dimanfaatkan untuk upaya pelecehan dan modus tertentu. 
Itu pula yang dialami DD (inisial), warga Tulungagung. "Awalnya saya baca status orang dengan akun keluarga dan foto perempuan. Dia posting di lapak jual beli mencari baju perempuan," kata DD. 

Karena DD merupakan penjual online, tahu ada orang mencari baju, dia langsung berusaha memberikan komen dan akhirnya percakapan berlanjut ke chat massenger. 
"Aku kirim pict ke inbox untuk menawarkan baju dagangan saya," tambah DD yang sudah cukup lama menggeluti dunia bisnis online 

Dari chat yang dikirim, dengan sopan calon pembeli minta baju yang pict-nya dikirim untuk dicoba dan difoto lalu dikirim lagi ke calon pembeli yang diketahui mempunyai akun Facebook Freddi Prada itu. "Dia minta difoto dengan model foto saya sendiri. Sudah saya lakukan. Tapi makin lama saya curiga karena permintaan fotonya makin ngelunjak (tak tahu diri). Beruntung foto yang saya kirim masih batas kesopanan," ungkapnya. 

DD menunjukkan screenshort chat yang dimaksud. Di sana akun tersebut terlibat percakapan dan minta bertemu di depan SD 2 Kedungwaru dengan deal pembelian rok dan dress yang disepakati juga harganya. Namun, saat COD (cash on delivery), si pelanggan tidak juga datang. Malamnya terjadi percakapan lagi dan minta bertemu di depan SMP 1 Ngunut dengan permintaan lagi untuk kirim foto pesanan dengan model penjual baju. "Karena posting mencari baju itu di beberapa grup, saya yakin korbannya bukan hanya saya. Makanya percakapan dan akun itu saya share agar tidak jatuh korban berikutnya," kata DD. 

Karena percakapan chat yang telah keterlaluan, DD mem-posting akun dan chat itu ke media sosial agar pemilik akun jera dan tidak terus melakukan aksi yang dianggap hanya modus. 

Dalam chat itu, ada kata yang membuat penjual sulit menerima dan merasa dilecehkan karena calon pembeli (penipu) meminta foto tak senonoh. "Coba inbox foto (maaf) payudaramu dulu mbak," pinta penipu yang kemudian men-cancel pesanan kepada DD. (*) 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top