Paguyuban Tionghoa Gambiran Bantu Korban Banjir Alasmalang

Ketua paguyuban Tionghoa Kecamatan Gambiran Jayadi Arif Budianto didampingi pengurus lainnya saat menyerahkan bantuan di Posko For - MEDAN di Desa Alasmalang
Ketua paguyuban Tionghoa Kecamatan Gambiran Jayadi Arif Budianto didampingi pengurus lainnya saat menyerahkan bantuan di Posko For - MEDAN di Desa Alasmalang

BANYUWANGITIMES –  Paska bencana banjir bandang di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, tujuh hari lalu yang berdampak korban ratusan rumah warga, mengundang banyak kepedulian dari berbagai kalangan masyarakat.

Baik itu dari jajaran instansi, dinas, TNI dan Polri serta berbagai komunitas pengusaha, pecinta alam juga relawan. Kali ini, salah satu elemen yang peduli datang dari Paguyuban Tionghoa wilayah Kecamatan Gambiran. 

Dipimpin langsung ketuanya, Jayadi Arif Budianto, didampingi pengurus lainnya, Heru Suwignyo, Paulus Setio Budi dan Edy Suryono, menyerahkan bantuan berupa pakaian wanita dan mie instan beberapa dus. Bantuan dari Paguyuban Tionghoa ini disalurkan melalui Posko Peduli Forum Me-DAN.

Kepada media ini, Ketua Paguyuban Tionghoa Jayadi Arif Budianto,  mengaku prihatin atas musibah yang menimpa warga Desa Alasmalang akibat bencana banjir bandang.

"Kami merasa sedih dan haru melihat kondisi saudara- saudara yang terkena bencana banjir bandang ini. Sebagai wujud kepedulian, kami bersama anggota di dalam komunitas paguyuban mencoba ikut meringankan beban warga Alasmalang. Semoga bantuan yang sekedarnya ini bermanfaat," ujar Jayadi diamini Heru dan dua rekannya.

Sementara dr. Didik Sulasmono selaku Ketua Umum For-MEDAN menyatakan terimakasihnya atas bantuan yang disalurkan melalui komunitasnya. "Ini amanah, Insya Allah kami salurkan sesuai peruntukan dan kepada warga korban yang berhak menerima," ungkap dokter umum yang berdomisili dan membuka praktik di Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi ini.

Terpisah, Kadinsos Banyuwangi, Peni Handayani menyatakan, tanggap darurat bencana ke satu selama 7 hari sudah berakhir hari Jumat (29/6/18). "Namun dengan pertimbangan sarana dan prasarana di lingkungan terdampak banjir belum bisa dipergunakan secara normal, maka diperpanjang 7 hari kedepan lagi. Sekaligus dapur umum juga otomatis diperpanjang juga," lontarnya.

Pantauan media ini di lapangan, berbagai komunitas, dinas, instansi dan lain- lainnya terus menggelontor bantuan yang disalurkan di berbagai posko. 

Pewarta : Hakim Said
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Banyumas TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top