Brimob dan Gegana Amankan Pelabuhan Ketapang dan Bandara Selama Lebaran

Unit K9 Polres Banyuwangi melakukan sterilisasi di Pelabuhan Ketapang usai pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2018 (foto: Muh. Hujaini)
Unit K9 Polres Banyuwangi melakukan sterilisasi di Pelabuhan Ketapang usai pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2018 (foto: Muh. Hujaini)

BANYUWANGITIMES – Aparat keamanan baik itu TNI maupun Polri dan instansi terkait lainnya memastikan siap melaksanakan pengamanan musim mudik lebaran tahun ini. Kesiapan ini ditunjukkan dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2018. Apel ini dilaksanakan di area parkir pelabuhan penyeberangan Ketapang Rabu (6/6/18) sore.

Apel ini dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas serta seluruh anggota forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi. Usai pelaksanaan apel, langsung dilakukan sterilisasi kapal dan pelabuhan dengan melibatkan pasukan brimob, Gegana dan Unit K9.

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman menyatakan, total personel yang diterjunkan dalam Operasi  Ketupat Semeru 2018 ini sebanyak 910 orang. Seluruhnya merupakan gabungan dari personel Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya. “Pelaksanaan operasi pengamanan Lebaran ini dilakukan mulai hari ini hingga 18 hari kedepan,” tegasnya ditemui usai memimpin apel gelar pasukan.

Ada dua tempat yang menjadi fokus pengamanan dalam Operasi Ketupat Semeru tahun ini yakni bandara dan pelabuhan laut. Untuk dua wilayah ini, polisi menerjunkan personel tambahan dari Brimob dan Gegana masing-masing satu pleton. Pada dua obyek vital ini juga diperbantukan unit K9 (anjing pelacak).

“K9 diperbantukan guna mempermudah sterilisasi untuk semakin memperkuat pernonel yang diturunkan,” tegasnya lagi.

Untuk pengamanan Selat Bali, Donny menyebut akan dilakukan patroli bersama Satpol Airud, TNI AL dan Basarnas. Patroli bersama ini dilakukan untuk memantau situasi dan menjaga keamanan lalu lintas penyeberangan.

Dalam operasi ini didirikan 17 posko. Satu posko merupakan posko terpadu, 7 pos pelayanan sedangkan 9 sisanya merupakan pos pengamanan. Dijelaskannya, untuk lalu lintas yang rawan dengan kemacetan akan ditempatkan personel untuk membantu mengarahkan dan mengatur lalu lintas. Termasuk di lokasi jalan yang masih melakukan perbaikan jalan maupun jembatan. “Agar masyarakat bisa melewati jalan tersebut tanpa hambatan,” pungkasnya.

Pewarta : Muh. Hujaini
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top